07 November 2017

Berita Golkar - Partai Golkar telah membentuk tim seleksi calon anggota legislatif (caleg) untuk Pemilu 2019. Tim ini diketuai Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto. "Sudah diputuskan beberapa bulan lalu melalui juklak yang namanya tim seleksi caleg Partai Golkar tingkat pusat yang diketuai langsung Ketum, di situ ada Ketua Harian, Sekjen, Ketua Korbid dan bidang terkait," kata Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham di Slipi, Jakarta, Senin (6/11/17).

Idrus menjelaskan, sejumlah petinggi sampai ketua-ketua bidang telah ditugaskan untuk melakukan rekrutmen di berbagai daerah mulai dari wilayah barat hingga timur nusantara. "Misal Yahya (Zaini) ini bertanggungjawab di Jatim jadi seluruh rekrutmen dia yang bertanggungjawab Jawa timur selaku tim Ketua," terang Idrus.

"Untuk Jawa koordinatornya saya dan Nusron Wahid, untuk Sumatera ada Kahar (Muzakir) dan Lodewijk Freidrich Paulus. Kalimantan ada Nurdin Halid, Sulawesi ada Roem Kono dan Hamka B. Kady, Indonesia Timur ada Ahmad Hidayat Mus," sambungnya.

Sejauh ini, Golkar tengah melakukan invetarisasi kader dan tokoh potensial lain untuk diusung di Pileg 2019 mendatang. "Jadi ini sudah kami bagi dan dalam tahap inventarisasi dan juga tentu kami komunikasi dengan kelompok strategis dan profesional yang ada. Semua kami berikan peluang untuk sama-sama di Golkar dengan jumlah tertentu," ungkapnya.

Idrus menerangkan, pihaknya juga telah melakukan evaluasi terhadap kader-kader dan anggota DPR dari Golkar untuk kembali diusung di Pileg 2019. Golkar menyiapkan banyak kriteria untuk menentukan nomor urut bagi pengurus yang diusung menjadi calon legislatif.

"Ada banyak kriteria. Tentu ada pengurus, kemudian kami lihat track record dan kiprah di Golkar. Dia jadi pengurus tapi gak pernah aktif tentu enggak dapat nomor baik, semua ada kriteria, akan kami jelaskan tahap berikut," ungkapnya.

Kemudian, kata Idrus, para bakal calon legislatif akan mendapat pendidikan dan pelatihan. Materi-materi yang disiapkan akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi terkini baik di internal dan eksternal partai. Salah satu materi yang akan diberikan adalah soal pendidikan anti korupsi. Materi ini dipilih mengingat banyaknya kader Golkar yang terjerat korupsi dalam beberapa bulan terakhir.

"Pasti akan kami buat seperti itu. kami sudah evaluasi dari seluruh perjalanan ini seperti apa, materi seperti apa, lalu proyeksi apa kemampuan apa yang dibutuhkan masyarakat sudah ada. tentu materinya berbeda dengan yang lalu, ada perubahan," tukasnya. [merdeka]

fokus berita : #Idrus Marham


Kategori Berita Golkar Lainnya