20 November 2017

Berita Golkar - Dalam kunjungan kerjanya ke Thailand, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mendapatkan penghargaan AFEO Distinguished Honorary Fellow. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Chairman ASEAN Federation of Engineer Organization (AFEO), Thanes Weerasiri di Bangkok, Thailand, akhir pekan lalu.

AFEO dimulai tahun 1973 dari konvensi teknik yang diadakan antara Institusi Insinyur Malaysia (IEM) dan Institusi Insinyur Singapura (IES). "AFEO adalah ujung tombak untuk memfasilitasi mobilitas insinyur di Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN, yaitu AFTA dengan pembentukan Register Insinyur ASEAN yaitu AER," ujar Airlangga.

Berdasarkan pengamatan Airlangga, di ASEAN mulai fokus membangun pendidikan dan pelatihan vokasi serta mengembangkan universitas sebagai pusat unggulan menciptakan inovasi di sektor manufaktur. Hal ini diyakini akan mendorong peningkatan daya saing negara dan pertumbuhan perekonomian sehingga mampu membawa dampak kepada kesejahteraan masyarakat.

"Kami meyakini ASEAN pada dekade selanjutnya dapat menjadi wilayah yang memimpin menjadi future of production, dengan basis internet of everything sabagai infrastruktur utamanya," ungkapnya.

Menperin optimistis target tersebut bisa terwujud karena ASEAN memiliki potensi kuat untuk mencapainya, dengan keunggulan besar yang didukung pertumbuhan ekonomi regional yang stabil dan persentasenya lebih besar daripada pertumbuhan ekonomi dunia.

"ASEAN didukung oleh beberapa faktor enabler lainnya, seperti populasi penduduk usia muda, kelas menengah yang tumbuh, infrastruktur digital yang berkembang, transformasi industri kecil dan menengah ke arah digital, serta konektivitas antarmanusia," tuturnya.

Lebih lanjut, Menperin melihat proses manufaktur di ASEAN semakin terhubung dengan rantai nilai dan rantai pasok di dunia serta aktif melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan. Selain itu, semakin banyak industri otomotif membuka pabrik di kawasan Asia Tenggara ini dan mulai mengembangkan kendaraan listrik yang menjadi peluang pasar cukup besar.

Untuk mendukung transformasi tersebut, Airlangga menyampaikan, AFEO mempunyai peran kunci sebagai think tank untuk ASEAN yang memberikan peta jalan bagi persiapan menghadapi Industry 4.0. "Bahkan, persiapan untuk 5th revolution, di mana smart city menjadi poin utama," katanya.

Menperin memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada AFEO yang memberikan penghargaan ini. "Hidup sebagai insinyur merupakan proses terus menerus dan profesi seumur hidup. Penghargaan ini memotivasi saya untuk memberikan kontribusi selanjutnya bagi dunia engineering di ASEAN," pungkasnya. [industry]

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya