20 November 2017

Berita Golkar - Penahanan Ketua Umum Golkar Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut tidak berdampak pada prosesi pencalonan pemilihan gubernur dan wakil gubernur di seluruh daerah, khususnya Pulau Jawa.

"Tidak ada masalah, semua berjalan sesuai aturan yang ada," kata Ketua DPP Golkar Yahya Zaini. 

Menurut dia, Golkar berharap nama Daniel bisa diterima oleh mitra koalisi sehingga memudahkan Ridwan Kamil dalam mengambil keputusan.

"Kursi Golkar paling banyak, 17 kursi, wajar kalau wakil diberikan ke Golkar. Dukungan dan kekuatan Golkar sangat penting bagi kemenangan RK," terangnya.

Secara geopolitik, pasangan Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien disebut sangat tepat. Sebab, Ridwan mewakili daerah Parahiyangan, sementara Daniel mewakili daerah Pantura.

"Sehingga peluang untuk menang sangat besar," ucap Yahya.

Sementara itu, pada Pilgub Jateng belum ada perkembangan signifikan yang dihasilkan partai berlambang pohon beringin itu. Posisi Golkar, sambung Yahya, hanya mampu menyodorkan kadernya menjadi calon wakil gubernur.

"(Yang disodorkan menjadi cawagub Jateng) ada anggota DPR Noor Ahmad, Firman Subagyo, Bowo Sidik Pangarso atau dari unsur perempuan Aryanti Dewi yang dikenal dekat dengan Keraton Solo," ungkapnya.

Di sisi lain, pada Pilgub Jatim, Golkar sudah mengerucutkan nama-nama untuk mendampingi Khofifah Indar Parawansa, yakni Bupati Trenggalek Emil Dardak dan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Namun, berdasarkan hasil survei, nama Emil lebih melejit ketimbang Ipong untuk mendampingi Khofifah.

"Golkar, Demokrat, Hanura dan PPP setuju Emil. Nasdem masih bertahan ke Ipong. Survei terakhir Emil paling tinggi elektabilitasnya dibanding cawagub yang lain," pungkas Yahya. [okezone]

fokus berita : #Yahya Zaini


Kategori Berita Golkar Lainnya