23 November 2017

Berita Golkar - Hidup di Rumah Tahanan (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lazimnya jauh dari pikiran semua orang, meskipun standar fasilitasnya lebih baik dari rutan lainnya. Apalagi pejabat negara sekaliber Ketua DPR Setya Novanto, yang terbiasa hidup sangat berkecukupan.

Kini hal itu dirasakan  Novanto. Ia ditahan karena statusnya sebagai tersangka korupsi proyek e-KTP. Rasa tidak nyaman di balik jeruji besi, ditambah peraturan, dan tidur beralas busa tipis, yang berdampingan dengan tempat buang hajat, terus menghinggapi hari-hari Ketua Umum DPP Partai Golkar itu.

 

Rekan satu sel Novanto, Rochmadi Saptogiri, menuturkan betapa sulitnya suami Deisti Tagor itu memejamkan mata untuk sekadar istirahat tidur. "Kan hampir semua begitu, saya saja 3 hari enggak tidur," kata mantan Auditor Utama Keuangan Negara III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu saat berbincang dengan awak media.

Menurut Rochmadi, sejauh ini, Novanto terlihat dalam kondisi lemas dan sakit. Namun, selama di dalam Rutan, menurut Rochmadi, Novanto bersikap ramah, mau bergaul dan membaur dengan tahanan lainnya. Rochmadi juga sempat bercakap-cakap dengan Novanto saat baru pertama kali ditahan. Bahkan, dia sempat menasihati Novanto supaya lebih sabar menghadapi kenyataan. "Saya bilang, kita harus sabar," kata Rochmadi.

Tidak cuma saling berkomunikasi, Setya Novanto bersama tahanan lain juga tetap aktif beribadah sesuai agamanya selama berada di Rutan KPK. Menurut Rochmadi, para tahanan yang Muslim, termasuk Novanto, selalu menjalankan shalat berjamaah. "Alhamdulilah, kita selalu berjamaah," kata Rochmadi.

Juru Bicara KPK, Febri Diasnyah, mengatakan, sejak hari ini, Kamis, (23/11/17), Setya Novanto sudah dapat dijenguk keluarga dan kerabat. Namun, para pengunjung tetap harus didaftarkan terlebih dahulu ke penyidik KPK. "Penyidik sudah dapat menerima daftar pihak-pihak yang menjenguk SN," kata Febri.

Novanto langsung ditahan penyidik setelah sempat dibantarkan penyidik KPK di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada Minggu malam, 19 November 2017 lalu. Novanto sebelumnya dibantarkan karena mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan. [viva]

fokus berita : #Setya Novanto


Kategori Berita Golkar Lainnya