23 November 2017

Berita Golkar - Pengurus DPP Partai Golkar yang juga politisi senior di partai tersebut, Ridwan Hisjam mengatakan jangan sampai musyawarah nasional luar biasa atau munaslub dilakukan dalam menyikapi masalah Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang kini menjadi tahanan KPK.

Apa lagi makar atau melakukan kudeta terhadap Setya Novanto. Dia menyarankan DPD Tingkat I dan DPP Partai Golkar berembug. Lalu bersama-sama mendatangi Setya Novanto ditahanan KPK untuk meminta mundur secara terhormat.

“Jangan ada makar. Sekali kudeta ke depan akan ada kudeta lagi. Minta bersama sama-sama kepada Setya Novanto buat selamatkan partai dengan mundur,” ujarnya, Rabu (22/11).

Dia pun menyebut Golkar harus memiliki pemimpin yang bisa membawa partai itu dari masa transisi ke masa jayanya lagi. Dia mengatakan, elektebilitas Golkar pernah mencapai 20% dan jatuh di belasan persen karena kepemimpinan yang keliru.

Menurutnya, untuk mencapai kejayaan kembali, Golkar harus dipimpin ketua berlatarbelakang TNI Angkatan Darat atau keluarga Cendana. Menilik sejarah, Golkar maju saat dipimpinan ketua berlatarbelakang tersebut.

“Sistem memilih pun harus diubah jangan pragmatis. Kembali ke khittah, alternatif pertama kembalikan ke pimpinan berlatarbelakang TNI Angkatan Darat atau keluarga Cendana. Atau alternatif kader muda seperti Airlangga Hartarto,” ujarnya. [binis]

fokus berita : #Ridwan Hisjam


Kategori Berita Golkar Lainnya