02 Desember 2017

Berita Golkar - Setya Novanto (Setnov) diminta mencontoh sikap Ridwan Mukti yang langsung mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bengkulu dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Bengkulu. Ridwan mengundurkan diri dari dua jabatan itu setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Juni 2017.

Politikus senior Partai Golkar Happy Bone Zulkarnain mengapresiasi niat Novanto mundur dari jabatan ketua DPR dan ketua umum DPP Partai Golkar, sebagaimana diungkap Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena.

Menurut dia, citra Partai Golkar diyakini akan membaik jika Setya Novanto mundur dari dua jabatan itu. "‎Kalau memang Setya Novanto mau mundur itu bagus, itu bisa menjadi citra baik," kata Happy dalam diskusi Polemik MNC Trijaya FM bertajuk Mencari Sosok Masa Depan Golkar di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/17).

Happy menilai lebih cepat Setya Novanto mengundurkan diri, semakin bagus. "Lebih bagus lagi kalau perlu sekarang mengundurkan diri. Lihat Ridwan Mukti, dia langsung bilang mundur jadi Gubernur Bengkulu dan DPD Partai Golkar Bengkulu. Ini contoh yang baik, dia tidak seret lembaga," tuturnya.

Sekadar diketahui, KPK telah melakukan penahanan terhadap Setya Novanto terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Ridwan ditahan KPK karena keterlibatannya dalam kasus suap dua proyek jalan di kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. [sindonews]

fokus berita : #Setya Novanto


Kategori Berita Golkar Lainnya