03 Desember 2017

Berita Golkar - Meskipun musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar belum jelas, namun suhu politik di internal semakin panas. Manuver-manuver politik menghiasi ketatnya persaingan memperebutkan kursi ketua umum Partai Golkar. Intensitas komunikasi dan silaturahmi politik semakin sering dilakukan Airlangga Hartarto setelah menyatakan kesiapannya menggantikan Setya Novanto sebagai ketua umum partai.

Peta dukungan politik untuk Airlangga Hartarto mulai tergambar jelas. Menteri Perindustrian ini sudah mengantongi dukungan dari tiga organisasi sayap Partai Golkar yakni Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), dan Kosgoro 1957.

"Ya tentu kalau Trikarya terdiri dari SOKSI, Kosgoro, MKGR. Diluar itu sudah ada dari MDI, dijadwalkan dengan satkar ulama dan awkap," ucap Airlangga di Kantor PPK Kosgoro 1957, Jl Hang Lekiu 1 No 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (02/12).

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono yang juga Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 resmi mendukung Airlangga Hartarto untuk menjadi Ketua Umum Golkar yang baru. "Baru saja kami menyelenggarakan rapat pleno. Membahas penetapan calon ketua umum Partai Golkar dari Kosgoro yang akan dibawa ke Munaslub Partai Golkar yaitu Airlangga Hartarto. Semuanya sepakat ini calon kami ke depan, yang diharapkan dapat mengembalikan marwah Partai Golkar," kata Agung di Kantor PPK Kosgoro 1957, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (02/12/17).

Sebelum Kosgoro, MKGR sudah terlebih dulu mendukung Airlangga. Ketua Umum Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Roem Kono mengungkapkan alasan mendukung Airlangga sebagai ketua umum Partai Golkar. Roem tak ingin Golkar menjadi partai oposisi. Partai Golkar wajib mendukung dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena peran pemerintah sangat besar, maka kata Roem, pihaknya berharap yang didukung pemerintah lah yang dijadikan ketua umum.

"Memperhatikan aspirasi dari pengurus pusat maupun daerah MKGR yang berkembang, baik internal maupun eksternal partai dan opini publik. Maka ormas MKGR mencalonkan saudara Ir. Airlangga Hartarto sebagai ketum Golkar. Kapabilitas dan figur yang transparan, saya kira masih ada calon ketum kita yakni Pak Airlangga Hartarto," ucap Roem di Jl Rajasa I No 7, Jakarta Selatan, Kamis (30/11).

Roem mengaku dukungan MKGR kepada Airlangga tak ada intervensi dari pemerintah. Namun, pemerintah ingin Golkar tetap berkontribusi membantu jalannya pemerintahan demi pembangunan Indonesia.

Tidak hanya Kosgoro dan MKGR, SOKSI juga telah menggelar menyatakan dukungannya agar Airlangga maju jadi ketum Golkar. Keputusan itu diambil setelah rapat pleno SOKSI. "Semua peserta rapat dan disaksikan langsung Pak Bobby Suhardiman, anak pendiri SOKSI, menyatakan secara bulat mendukung Airlangga Hartarto memimpin Golkar di munaslub mendatang," ujar Ketua Umum Depinas SOKSI Ade Komarudin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/11).

Airlangga juga mengklaim mendapatkan dukungan dari 31 DPD I Golkar. Hanya tiga DPD I yang disebut-sebut belum mendukungnya sebagai calon ketua umum yakni NTT, Papua, dan Papua Barat. Untuk menunjukkan dukungan DPD I padanya, Airlangga mengajak mereka sowan ke Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden yang juga mantan Ketum Golkar, Jusuf Kalla.

Politikus Golkar Yorrys Raweyai mengungkapkan pimpinan-pimpinan DPD meminta izin Jokowi agar Airlangga Hartarto menjadi ketua umum baru Partai Golkar menggantikan Setya Novanto. "Minta izin kepada Jokowi secara eksplisit menyampaikan bahwa ia ikhlas melepas Airlangga memimpin Golkar dan Golkar tetap solid mendukung Airlangga. Dan mohon beliau bisa hadir dalam Munaslub," kata Yorrys, Kamis (30/11).

Dia juga mengaku telah menjalin komunikasi dengan DPD II Golkar yang merupakan pengurus partai di tingkat kabupaten/kota. "Ya tentu komunikasi dengan DPD II sudah dimulai," tutup Airlangga.

Dukungan penuh juga datang dari Jusuf Kalla. Menurutnya, sosok Airlangga dinilai bisa diterima semua pihak. Dari semua syarat kepartaian dan etika, Airlangga Hartarto paling layak menjadi orang nomor satu di Partai Golkar. Apalagi Airlangga mewakili generasi muda.

"Di antara semua calon yang muncul saya kira Airlangga yang paling kurang masalahnya, artinya tidak pernah berurusan dengan KPK, kejaksaan atau apapun tidak pernah juga soal yang lain, jadi harus orang yang betul-betul dapat diterima semua pihak," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Selasa (28/11). [merdeka]

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya