04 Desember 2017

Bagi dominan orang saat ini lebih aman untuk mundur ke dalam lingkup kehidupan masing-masing, baik di lingkungan tinggal, asal daerah, komunitas, kampus, tempat ibadah atau media sosial. Kita hanya dikelilingi orang-orang yang mirip dengan kita, punya keyakinan politik seperti kita dan tidak pernah menantang asumsi kita.

Munculnya sikap partisan dan relawan bisa meningkatkan perbedaan strata sosial, ekonomi, daerah, terpecahnya media yang hanya sesuai dengan selera masing-masing.

Semua hal itu menjadikan perpecahan sebagai hal yang wajar, bahkan tidak dapat dihindari. Kita akan semakin merasa aman di lingkungan sendiri, di mana kita hanya menerima informasi benar atau salah, yang sesuai dengan opini kita, bukannya membangun opini sendiri dari bukti-bukti yang ada.

Namun tanpa fakta dasar bersama, tanpa kesediaan untuk menerima informasi baru dan mengakui lawan punya pendapat yang baik dan bahwa ilmu pengetahuan dan akal budi juga penting, kita akan terus berbicara saling silang. Ini tidak memungkinkan tercapainya kesepakatan bersama dan konfromi.

Bukankah kondisi demikian yang membuat masyarakat jengah terhadap politik ? Padahal politik merupakan pertarungan antar ide, dalam debat yang sehat, kita memprioritaskan berbagai tujuan yang berbeda dan cara-cara yang berbeda untuk mencapainya.

Tonny Saritua Purba (Aktifis Praja Muda Beringin dan Fungsionaris Golkar Kota Bogor)

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya