02 Desember 2017

Partai Golkar dan Demokrat sepakat mengusung Nurul Arifin dan Chairul Yaqin Hidayat sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung. Kesepakatan tersebut merupakan kesepakatan politik dimana kedua belah pihak akan berjuang untuk memenangkan Pemilihan Walikota Bandung pada tahun 2018.

Kesepakatan Politik sebaiknya tidak hanya berada pada tatanan wacana apalagi hanya untuk tujuan sesaat, yaitu meraih kekuasaan Kota Bandung. Kesepakan tersebut hendaknya diikuti program kerja yang terukur dan berkesinambungan dan realistis. Warga Bandung telah berharap banyak pada kedua pasangan tersebut jika memenangkan Pilkada pada tahun 2018.

Program kerja yang dibuat hendaknya berdampak luas bagi warga bandung, seperti perbaikan jalan, pengaturan pembuangan sampah, kanalisasi banjir, pengaturan arus lalu lintas pada akhir pekan dan peningkatan kualitas pendidikan warga Bandung.

Jika kita melihat pada program kerja beberapa walikota sebelumnya hanya bersifat normatif dan wacana seperti meningkatkan kesejahteraan warga tanpa diikuti dengan pembukaan lapangan kerja atau menyediakan tempat berusaha.

Bandung merupakan kota wisata warga jakarta di akhir pekan, akan lebih baik jika program pengaturan lalu lintas menjadi prioritas utama karena dengan meningkatnya kunjungan wisata otomatis akan meningkatkan pendapatan warga Bandung yg memiliki usaha di sekitar tempat wisata.

Arvi Jatmiko, Pengamat Komunikasi Politik dan Aktivis Praja Muda Beringin (PMB)

fokus berita : #Nurul Arifin


Kategori Berita Golkar Lainnya