05 Desember 2017

Berita Golkar - Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan partai berlambang beringin tersebut akan menggelar rapat pimpinan nasional (rapimnas) untuk menentukan apakah musyawarah nasional luar biasa (munaslub) perlu digelar atau tidak.

"Kemungkinan minggu depan, karena itu yang memutuskan apakah munaslub atau tidak," ucapnya di Makassar, Senin, (4/12/17). "Kenapa digelar rapimnas, karena pengambilan keputusan tertinggi."

Desakan menggelar Munaslub menguat setelah Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP pada 19 November lalu. Sejumlah kader Golkar menyatakan 31 DPD telah meneken dukungan penyelenggaraan munaslub. Aturan internal Partai Golkar menyebutkan syarat minimal pelaksanaan munaslub adalah dua pertiga dari DPD yang berjumlah 34 atau 24 DPD.

Nurdin mengatakan munaslub adalah hal yang mutlak dilakukan karena bagian dari konsolidasi organisasi. Munaslub diharapkan mengangkat kembali kejayaan Golkar. "Saya sebagai ketua harian merenungkan, mengkaji, mengamati, dan mencermati aspirasi kader seluruh Indonesia, baik yang disampaikan melalui media sosial maupun langsung ke saya," ucap Nurdin. [tempo]

fokus berita : #Nurdin Halid


Kategori Berita Golkar Lainnya