08 Desember 2017

Berita Golkar - Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) I, Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957, Provinsi DKI Jakarta, menyelenggarakan Rapat Pleno, Rabu (6/12/2017). Hasilnya, dengan suara bulat menyatakan dan memutuskan untuk siap mendukung putusan Rapat Pleno Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957.

Hal ini dikonfirmasi oleh Ketua Kosgoro 1957 DKI Jakarta, Slamet N. Riyadi, di Kantor DPD I Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat.

Slamet mengatakan bahwa hasil ini dikeluarkan setelah menyerap aspirasi dari seluruh Kader di setiap Kelurahan dari 267 Kelurahan di Provinsi DKI Jakarta.

Diketahui, Kosgoro 1957 memutuskan untuk mengusung Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar Desember 2017.

"Rapat Pleno menetapkan bahwa Kosgoro 1957 se-DKI Jakarta, menyatakan siap mengawal putusan Pleno PPK Kosgoro1957 yaitu Ketua Umum Partai Golkar yang diusung untuk Munaslub adalah Mas Airlangga Hartarto," ujar Slamet, Rabu (6/12/2017).

Seluruh Kader KOSGORO 1957 se-DKI Jakarta meyakini bahwa Airlangga Hartarto merupakan kandidat terbaik Ketua Umum Partai Golkar saat ini.

Hal ini, kata Slamet, diamini oleh Para Pimpinan dari PDK II Kota Administrasi yang turut hadir pada Rapat Pleno.

"Kami telah menyerap aspirasi Kader di akar rumput pada 31 Kelurahan di Jakarta Utara berbarengan dengan proses dengar aspirasi warga, ketika kami turun, kami sama sekali tidak mendengar respon negatif tentang Mas Airlangga Hartarto," kata Slamet.

Dari dengar aspirasi warga itu, Slamet menilai Airlangga adalah seorang Teknokrat yang bersih dan sangat berkompetensi.

Tak pelak, hal itu membuat keputusan mendukung Airlangga semakin bulat. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan Ketua Kosgoro 1957 area Jakarta Utara yakni Richard Moertidjaya.

Richard mengungkap bahwa banyak warga yang mengaku akan kembali memilih Partai Golkar setelah melihat figur Airlangga Hartarto.

"Banyak warga yang mencintai Partai Golkar, namun mengaku tidak memilih Partai Golkar pada Pileg 2009, dan Pileg 2014 silam. Tapi ketika melihat sosok figur Airlangga, mereka mengaku jatuh cinta akan kembali memilih Partai Golkar pada Pileg 2019," tutup Richard. [tribunnews]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya