09 Desember 2017

Berita Golkar - Persaingan antara calon ketua umum (Caketum) DPP Golkar makin ketat. Gerilya politik untuk mencari dukungan pun gencar dilakukan demi merebut kursi yang dalam waktu dekat ini akan ditinggalkan oleh Setya Novanto.

Salah satunya adalah Airlangga Hartarto, caketum yang mengklaim sudah mendapatkan 31 dukungan DPD I Golkar itu dinilai Pengamat politik Indonesia Public Institute Karyono Wibowo harus bisa menjaga ‘hubungan’ antara Jokowi dan Jusuf Kalla (JK).

Sebab, kata Karyono, kedekatan Airlangga dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) justru bisa memunculkan persoalan dalam hubungannya dengan Presiden Joko Widodo Jokowi.

Karyono menilai, Jokowi tentu membutuhkan Golkar untuk mengamankan pencalonannya pada Pemilu Presiden (Pilpres 2019). Selain itu, Jokowi juga butuh Golkar untuk mengamankan pemerintahannya.

“Terutama dukungan Golkar di parlemen sangat penting, agar tidak terjadi seperti di awal-awal 2014, di mana Golkar justru memimpin oposisi pada saat itu. Yang terjadi kan kegaduhan,” ujar Karyono, Jumat (8/12).

Karyono juga menambahkan, Airlangga sebetulnya membutuhkan dukungan JK. Sebab, jika Airlangga tak merangkul dan melibatkan JK, akan sangat sulit bagi menteri perindustrian di Kabinet Kerja itu untuk memenangi pemilihan ketua umum Golkar pada musyawarah nasional luar biasa (munaslub) mendatang.

“Karena bagaimanapun JK masih punya pengaruh di Golkar hari ini. Dia wapres dan mantan ketum golkar, serta punya kekuatan logistik yang kuat. Sementara pihak lain seperti ARB (Aburizal Bakrie, red) pengaruhnya makin lemah,” ulas Karyono.

Hanya saja, Karyono juga mengingatkan Airlangga agar tak terlalu dekat dengan JK. “Memang pengaruh JK terhadap Airlangga jangan terlalu dominan sehingga banyak yang mungkin merasa tak nyaman,” tegasnya.

Menurut Karyono, justru yang perlu dilakukan Airlangga adalah menjaga keseimbangan politik. Dengan demikian, tak ada pihak yang dominan memengaruhi Airlangga jika kelak memimpin Golkar.

“Artinya dia tak boleh dikendalikan oleh satu orang. Yang paling penting dia harus tetap memastikan hubungan dan komunikasi yang baik dengan Pak Jokowi,” ujarnya.

Selain itu Karyono juga mengingatkan Airlangga saat ini memang sudah mendapatkan kepercayaan dari Presiden Jokowi sehingga politikus putra menteri perindustrian era Orde Baru, Hartarto itu tetap berada di kabinet.

“Keberadaan dia di kabinet hari ini adalah bentuk kepercayaan Pak Jokowi. Saya kira itu perlu dijaga,” ucapnya. [jawapos]

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya