13 Desember 2017

Berita Golkar - Ribuan kader Partai Golkar dari penjuru Indonesia menggelar Istigasah Kubro di halaman DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly Murni, Jakarta Barat. Mereka prihatin atas kondisi partai yang kerap dilanda masalah. Teranyar, Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka untuk kali kedua. Novanto pun kini menjadi tahanan lembaga anti rasuah, KPK.

Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat Sukim Nur Arif mengatakan, kegiatan ini digelar sebagai bentuk keprihatinan terhadap hal tersebut. Ia dan segenap kader berharap tidak ada lagi persoalan yang mendera partai, sehingga Golkar kembali berjaya.

"Ini dzikir dan istigasah kami gelar bersama untuk keselamatan Partai Golkar. Kami dari Jawa Barat, DKI, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur hari ini berkumpul. Semoga saja elit DPP Partai Golkar dapat terketuk hatinya dan tidak lagi membuat masalah," kata Sukim dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (12/12/2017).

Sukim menyindir lambannya respons elit DPP Partai Golkar dalam menyikapi permasalahan yang tengah berkembang. Seharusnya, DPP Golkar segera menetapkan tanggal Munaslub demi menyelamatkan citra partai yang kian memburuk di tingkat nasional.

"Semoga elit Partai Golkar sadar dan memiliki kepedulian terhadap partai. Tidak elok kalau mereka terus mengulur Munaslub. Semoga melalui acara ini mereka sadar," tuturnya. Menurut Sukim, arus bawah Partai Golkar telah lama merindukan perubahan pada pucuk pimpinan partai. Perubahan tersebut harus diterjemahkan sesuai mekanisme partai yang berlaku, dalam hal ini Munaslub.

"Ini inisiatif kita agar nurani elit Partai Golkar terbuka dan sesegera mungkin melakukan pergantian kepemimpinan melalui Munaslub," ungkapnya.

Istigasah tersebut dipimpin langsung Ketua Umum Satuan Karya (Satkar) Ulama Indonesia DPP Partai Golkar Kiai Ali Yahya. Dalam sambutannya ia berharap, Golkar segera terlepas dari kemelut, juga dapat kembali berjaya seperti pada saat awal reformasi. "Golkar harus kembali berjaya. Hari ini kita panjatkan do'a untuk itu," katanya.

Proyeksi Munaslub

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi memproyeksikan tanggal 19 Desember 2017 sebagai waktu yang tepat untuk melakukan Munaslub.

Hal ini karena banyak tanggal libur di akhir tahun. Terlebih waktu konsolidasi jelang Pilkada serentak 2018 sudah semakin sempit.

"Kita harus mengejar, sebentar lagi Tahun Baru, banyak cuti bersama. Ditambah, persyaratan administratif kepartaian harus segera diselesaikan jelang Pilkada serentak 2018. Ya, tanggal 19 Desember harus Munaslub," kata Dedi di Bale Sudirman, Jakarta, hari ini. [kompas]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya