15 Desember 2017

Berita Golkar - Upaya keterbukaan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dalam pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) menjadi perhatian tersendiri untuk daerah lain untuk mempelajarinya, terbukti Kamis (14/12) Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin ditunjuk menjadi pembicara pada kegiatan Asia Pacific Leader Forum di Hotel Borobudur.

"Ya, contohnya saja dengan tahapan Pemkab Muba yang telah membuat Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2008 tentang RPJP Kabupaten Muba, dimana tujuannya yang berhubungan dengan isu lingkungan adalah meningkatkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara berkelanjutan," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Pemkab Muba juga menyusun Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). "Dimana RTRW menjadi pedoman pembangunan yang berdimensi ruang di segala kegiatan pembangunan fisik yang terdapat di Muba," paparnya.

Dodi menambahkan, Pemkab Muba juga sudah membentuk Satgas Percepatan Penanganan Konflik Pertanahan sebagai pelaksana reformasi agraria. "Pemkab Muba juga membentuk forum sahabat Muba yang merupakan konsorsium NGO Internasional dan lokal yang berkonsentrasi membantu Pemkab Muba dalam pembangunan yang berperspektif lingkungan," bebernya.

Kemudian, Pemkab Muba juga telah membentuk hutan Desa di Desa Merang dengan lahan seluas 7.250 hektar. "Pemkab Muba juga telah menyiapkan skema tabungan abadi rakyat sebagai antisipasi ketidaktergantungan terhadap sumber daya alam yang unrenewable," pungkasnya.

Pada kegiatan Asian Pacific Leaders tersebut juga turut dihadiri Mrs Tina Pimentel (Philiphina) Nasional Koordinator Bantay Kita (CSO), Deputi Kantor Staf Presiden Yanuar Nugroho, dan Board Advisor Indonesia Global Compact Network Erna Witular.

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya