18 Desember 2017

Munaslub Partai Golkar yang diselenggarakan pada 18-19 Desember 2017 ini akan menjadikan momentum bagi Partai Golkar untuk Turn Around (berbalik arah) dari arah menuju keterpurukan menjadi arah menuju kemenangan. Tekanan dari external factor menjadi semakin kuat manakala kasus e-ktp menimpa ketua umum Setya Novanto, sementara desakan dari internal kader Partai Golkar tak kalah kuat juga.

Hal utama yang diharapkan menjadi output dari Munaslub kali ini adalah menjadikan Partai Golkar sebagai Partai yang Bersih, terbebas dari Korupsi. Berikut ini solusi untuk menjadikan partai yang bersih:
1. Mengevaluasi kader yang terlibat korupsi dan segera memberhentikan dengan tidak hormat dari kepengurusan Partai Golkar saat ini;
2. Melakukan perekrutan kader baru berdasarkan personal based competency dimana hanya kader yang sesuai kompetensinya berhak menduduki jabatan dalam kepengurusan partai. Ucapkan selamat tinggal bagi calon pengurus yang hanya mencari kesempatan (oportunis) dan hanya memiliki kedekatan dengan kader senior atau pengurus sebelumnya;
3. Menjadikan Ide atau Gagasan sebagai salah satu alat ukur dalam melakukan seleksi pengurus, serta membatasi usia pengurus sampai usia 50 tahun. Mengapa demikian? karena ide atau gagasan hanya bisa lahir dari generasi muda;
4. Melakukan rebranding Partai Golkar dengan menampilkan pengurus baru dengan ide atau gagasan baru melalui media konvensional dan media sosial;
5. Melakukan kerja-kerja sosial di masyarakat mulai dari tingkat kelurahan sampai dengan tingkat kabupaten kota, misalnya terkait tanggap bencana dgn mendirikan posko bencana alam;
6. Menyatakan sikap tegas terkait politik luar negeri seperti kasus penunjukan Jerusalem sebagai ibukota Palestina.

Arvi Jatmiko Vivaldi, Pengamat Komunikasi Politik

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya