20 Desember 2017

Berita Golkar - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyatakan jika kader partai Golkar menginginkan adanya perombakan kepengurusan. Pernyataan ini disampaikan pada rapat paripurna Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (19/12).

 "Tadi juga semuanya minta revitalisasi pengurus. Ya semuanya kan menghendaki perubahan dan juga dalam pandangan-pandangan tadi sudah disampaikan harapan-harapan untuk perubahan," kata Airlangga.

Menanggapi rencana perombakan kepengurusan DPP Golkar, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Golkar, Hetifah Sjaifudin menegaskan, jika partainya akan tetap berkomitmen terhadap kuota keterwakilan perempuan. Menurutnya, kuota 30% keterwakilan perempuan di kepengurusan tingkat DPP adalah amanat pasal 2 UU No. 2 tahun 2008 tentang Partai Politik.

“UU Parpol kita sudah mengatur kalau mendirikan partai harus menyertakan 30% keterwakilan perempuan. Kepengurusan parpol tingkat pusat disusun dengan menyertakan paling rendah 30% keterwakilan perempuan,” jelas Hetifah di arena Munaslub, JCC, Jakarta, Selasa petang.

Politisi perempuan Golkar ini menyampaikan bahwa kader-kader perempuan terbaik Golkar akan mampu menyukseskan dua agenda politik ke depan yaitu Pilkada 2018 dan Pemilu Serentak 2019. “Ini kan dalam rangka memperkuat peran perempuan Golkar mewujudkan Golkar bersih, bangkit untuk Indonesia sejahtera, serta menyukseskan Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu Serentak 2019. Saya kira perempuan Golkar sudah siap semua. Pak Ketum (Airlangga) pasti akan cukup terbuka,” lanjut Hetifah. [gatra]

fokus berita : #Hetifah Sjaifudin


Kategori Berita Golkar Lainnya