21 Desember 2017

Berita Golkar - Partai Golkar kini telah memiliki 'nahkoda' baru lewat Munaslub yakni Airlangga Hartarto. Airlangga diyakini mampu memimpin Golkar menggantikan Setya Novanto. Satu 'kursi panas' tersebut telah diisi dan kini masih ada lima kursi lainnya yang menanti untuk diisi.

Satu kursi yang tengah digodok untuk diisi oleh kader partai Golkar yakni posisi Ketua DPR yang akan menggantikan Setya Novanto. Sejumlah nama masuk ke dalam bursa calon Ketua DPR mulai dari Aziz Syamsuddin, Agus Gumiwang hingga Bambang Soesatyo.

Soal ketua DPR, Airlangga mengatakan dirinya sudah mengantongi satu nama pengganti Setya Novanto. Namun ia masih merahasiakannya. Rencananya nama tersebut diumumkan usai pergantian tahun 2017 nanti. "Ketua DPR ada di kantong sebelah kiri. Ya tentu paripurna terakhir tentu kita akan putuskan menjelang masa sidang berikutnya," kata Airlangga.

Selain Ketua DPR, ada empat kursi lagi yang diperebutkan di lingkup internal Golkar, yaitu kursi Sekjen Golkar, Bendahara Umum Golkar, Ketua Fraksi Golkar DPR, dan Ketua Badan Anggaran DPR, yang merupakan jatah Golkar. Total enam kursi ini diperebutkan faksi-faksi besar di tubuh Golkar.

Lobi-lobi itu dilakukan antara senior-senior partai bersama Dewan Pembina, Dewan Pakar, dan Dewan Kehormatan Golkar. Yorrys memastikan Golkar memiliki stok kader yang mumpuni. "Kan ada Dewan Pakar, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, mereka masih bicarakan. Golkar nggak kekurangan kader," tutur Politikus senior Golkar Yorrys Raweyai.

Ada waktu satu bulan yang diberikan kepada Airlangga untuk mengisi dan merevitalisasi pengurus. Ketua Harian Golkar Nurdin Halid menegaskan seluruh struktur dan pengisi jabatan di DPP tak akan dirombak di Munaslub. "Saya kira satu bulan lah. Cukup lah untuk ketua umum melakukan revitalisasi," ujar Nurdin di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (20/12/17). [detik]

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya