25 Desember 2017

Berita Golkar - Sekretaris Dewan Pakar Partai Golkar Firman Soebagyo mengatakan, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet adalah salah satu kandidat kuat menggantikan Setya Novanto sebagai ketua DPR. "Bamsoet itu salah satu kandidat kuat yang memang punya peluang untuk ganitakan SN," kata Firman, Minggu (24/12/17).

Firman yang juga anggota DPR dari Fraksi Golkar mengaku sempat ditanya Sekretaris Kabinet Pramono Anung perihal posisi ketua DPR selepas Novanto menjadi terdakwa korupsi e-KTP. Firman mengaku menyampaikan ke Pramono bahwa Bamsoet menjadi salah satu kandidat kuat pengganti Novanto.

Dia menyatakan, hal itu bukan berarti dirinya menyodorkan nama Bamsoet ke pihak Istana. "Itu juga jawaban saya, saat saya ditanya oleh Pak Menseskab. 'Siapa saja kira-kira?', ya saya bilang Bamsoet," tutur Firman. Soal nama definitif untuk Ketua DPR, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR itu memastikan sejauh ini belum ada keputusan di DPP Golkar soal calon pengganti Novanto.

Menurut dia, semua kader partai beringin yang ada di DPR memiliki peluang yang sama menggantikan Novanto. "Semua kan masih dinamis, masih dinamis, tentunya semua punya peluang yang sama," tuturnya. Firman menyebut akan ada pengajuan nama dari Fraksi Golkar untuk menjadi ketua DPR pada sidang pembuka setelah reses, Senin 8 Januari 2018.

Tetapi, keputusan juga menunggu arahan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. "Kalau yang di DPR itu memiliki kewajiban mengikuti tergantung perintah partai. Kalau partai perintah a kita jalankan a, komandonya kan ketua umum. Kalau partai perintah b, kita juga b," kata dia.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, sampai Minggu ini belum ada pembahasan khusus mengenai pergantian Ketua DPR usai digelarnya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). "Belum ada pembahasan khusus terkait dengan penetapan Ketua DPR RI oleh Ketua Umum pasca-Munaslub Partai Golkar," kata dia.

Sebelumnya, muncul empat nama yang diprediksi akan menggantikan Setnov sebagai ketua DPR. Mereka yakni Zainudin Amali, Aziz Syamsudin, Bamsoet dan Agus Gumiwang Kartasasmita. Novanto sendiri sempat menunjuk Aziz Syamsudin untuk menggantikan dirinya. Tetapi keputusan sepihak dari balik jeruji besi KPK itu tak disetejui Fraksi Golkar di DPR.

Saat ini, posisi Ketua DPR dijabat Fadli Zon dengan status sebagai pelaksana tugas. Fadli menggantikan Novanto yang mundur pada awal Desember lalu menyusul penahanan dirinya oleh KPK dalam kasus e-KTP. Fadli akan menjabat Plt Ketua DPR hingga ada nama definitif dari Golkar. [cnnindonesia]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya