25 Desember 2017

Berita Golkar - Dalam rangka Hari Ibu, anggota Komisi II DPR RI Hetifah mengadakan perekaman e-KTP di Lapangan Merdeka, Senin (25/12). Acara dengan tema Perempuan Peduli Pelayanan Publik itu juga dihadiri Sekretaris Dirtjen Kependudukan, Kementerian Dalam Negri, I Gede Suratha, Walikota Balikpapan Rizal Effendi, dan Kuisoner Oumbusman RI.

Hetifah mengatakan, masalah e-KTP ini memang belum ada yang tuntas. Seperti di Balikpapan sekitar 30 ribu warga belum melakukan perekaman.

"Pertama memang karena tugas kami di DPR RI itu menerima aspirasi, jadi banyak sekali dari kunjungan saya, terutama yang terakhir saya ke Kubar, kemudian banyak keluhan terkait dengan e-KTP ini, padahal kita tahu bahwa e-KTP adalah salah satu dokumen yang sangat penting untuk kita mengakses hak lain. Antara lain hak memilih," kata Hetifah.

Kebetulan lanjut Hetifah, dirinya anggota komisi II DPR RI ikut menyusun undang-undang dan menang 2018-2019 basis KTP harus elektronik. Supaya tidak ada kecurangan-kecurangan dalam daftar pemilih. "Ada suara-suara yang tidak jelas. Saya fikir ini harus ada suatu pengawasan yang lebih intensif. Dari hasil pengawasan itulah yang saya lihat situasi yang memang perlu percepatan," katanya.

Hetifah pun menyebutkan, hal yang harus diperhatikan diantaranya mengecek sudah sampai mana masalah e-KTP ini. Ada masalah apa dengan pengadaan blanko. Ada masalah apa dengan lisensi, SDM dan peralatan.

"Setelah itu, kami juga meminta berapa peralatan yang rusak, di Provinsi mana dan sebagainya. Namun semua harus ada anggaran, dan saat anggaran ada pun dalam pengadaan barang dan jasa, waktu tender gagal terus Alhamdulillah waktu tender selesai, blanko jutaan tersedia," katanya.

Menurutnya, sekarang sudah tuntas, mungkin tidak ada alasan lagi 2018 tidak punya e-KTP. Tapi memang Balikpapan dan Samarinda cukup sportif. "Nanti akan ada shif 24 jam, kerja keras dan belum rekam dituntaskan. Sehingga pada saat Pilkada 2018 saya berharap tidak ada satu pun yang tidak punya e-KTP," ungkapnya.

Hetifah menjelaskan, kalau KTP bisa dicetak tidak dicetak saja, karena masyarakat lebih percaya diri kalau membawa blanko sama e-KTP itu perasaannya berbeda, dan kalau bawa e-KTP lebih yakin, surat keterangan dibeberapa instasi kadang-kadang bermasalah.

Selain itu, masih kata Hetifah, bahwa ini merupakan motivasi, karena ini juga hari ibu, supaya perempuan aktif bersuara. Semua organisasi kalau ada masalah kemana menyuarakannya.

"Target e-KTP hari ini tergantung mesin cetak, kalau mesinnya tidak panas dan harus istirahat targetnya 300 sampai 500. Antisipasi kalau masyarakat makin banyak kita akan tanya nomor NIP dan handphonenya, nanti hari rabu dan Jumat kita bisa komunikasikan ke mereka. Mereka tinggal ambil. Ini bukti komitmen bersama, bukan mengambil ahli tugas pemerintah," ungkapnya. [tribunnews]

fokus berita : #Hetifah Sjaifudian


Kategori Berita Golkar Lainnya