27 Desember 2017

Berita Golkar - Indo Barometer telah lakukan survey terhadap kandidat calon Walikota Jambi, Sy Fasha dan Abdullah Sani menjelang Pilwako 2018 mendatang. Disamping meliris kepuasan publik terhadap kinerja keduanya, Indo Barometer menyampaikan hasil survey terhadap pemilih berdasarkan suku atau etnis.

Hasilnya cukup mengejutkan, Sy Fasha dinilai dapat memikat pemilih etnis dengan persentase yang lebih unggul dari Abdullah Sani. Setidaknya terdapat tiga etnis yang dikalkulasikan Indo Barometer yakni Jawa, Melayu Jambi dan Minang.

Peneliti Senior Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli menjelaskan untuk pemilih dari suku Melayu Jambi, Jawa dan Minang, Sy Fasha unggul telak. Survei ini dilaksanakan dengan sampel 400 responden, margin of error 4,90 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. “Fasha unggul dan lebih diterima menurut etnis. Ini survey terbaru yang dilaksanakan Desember ini dengan pelaksanaan semua wilayah Kota Jambi mencakup 11 Kemacatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pada etnis Melayu Jambi, Fasha mendapatkan persentase 62,6 persen, Jawa 66,7 persen dan Minang 57,8 persen. Angka ini jauh mengungguli Abdullah Sani berkesempatan menjadi rival politik pada pemilihan orang nomor satu di bumi Tanah Pilih Pusako Betuah. “Persentase Melayu Jambi 62,6 persen, Jawa 66,7 persen dan Minang 57,8 persen. Angka ini mengindikasikan Fasha dapat memikat pemilih berdasarkan etnis” bebernya.

Sedangkan untuk Abdullah Sani, lanjut Hadi hanya memperoleh 20,9 persen pada etnis Melayu Jambi, 18,3 persen Jawa dan 20,0 persen Minang. Jumlah ini hanya beberapa parsen saja yang tidak memeberikan jawaban atau mengaku tidak tahu. “Yang kita anggap tidak memeberikan jawaban, Malayu Jambi hanya 16,5 persen, Jawa 15,0 persen, Minang 22,2 persen,” ungkapnya.

Bagaimana dengan Batak, Tiong Hoa dan beberapa etnis lainnya? Hadi menjelaskan sejumlah etnis ini juga ikut disurvey. Hanya saja, semuanya di kalkulasikan secara kumulatif. “Beberapa etnis lainnya Fasha mendapat 73,6 persen dan Abdullah Sani 11,1 persen,” jelasnya.

Disamping itu, pihaknya memisahkan pemilih menurut jenis kelamin, laki-laki dan perempuan. Tidak jauh berubah, hasilnya Fasha pun masih unggul jauh dari Abdullah Sani. “Untuk pemilih laki-laki, Fasha 64,0 persen dan Sani 18,0 persen. Kemudian perempuan, Fasha66,5 persen dan Sani 18,5 persen,” katanya.

Lalu apakah hasil ini masih dapat berubah? Hadi mengatakan bisa jadi berubah tersebut masih tetap bisa terjadi menjelang penenetapan pasangan calon. Hanya saja, perubahan tersebut tidak signifikan dari survey Indo barometer saat ini. “Saya pikir perubahan tersebut tidak signifikan. Karena hal ini juga berpengaruh tergadap tingkat kepuasan public terhadap keduannya,” pungkasnya. [jambiekspres]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya