27 Desember 2017

Berita Golkar - Politisi Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng mengatakan setiap kader partainya yang ada di DPR berpeluang menjadi Ketua DPR meskipun pernah menjadi saksi kasus hukum, yang terpenting tidak menjadi tersangka dan terdakwa. "Memang ada orang seperti malaikat di dunia ini? Kalau mau pakai akal sehat dan tidak berprasangka terhadap seseorang, ya harus begitu," kata Melchias Mekeng di Jakarta, Rabu (27/12/17).

Mekeng mengatakan seseorang dikatakan menyandang status hukum, jika sudah ditetapkan sebagai tersangka ataupun terdakwa dan tidak bisa status tersebut dilekatkan kepada pihak yang notabenenya masih sebagai saksi. Menurut Ketua Komisi XI DPR RI itu, setiap orang tidak bisa menghindar menjadi saksi apabila dimintai keterangannya dalam kasus hukum.

Karena itu menurut dia, kalau seorang yang pernah menjadi saksi lalu tidak boleh menjabat jabatan publik, maka banyak penjabat yang harus mundur seperti menteri dan gubernur. "Banyak menteri di pemerintahan yang sudah dipanggil menjadi saksi berkali-kali namun masih tetap menjabat," ujarnya.

Sebelumnya, politisi senior Golkar Hajriyanto Y Thohari mengatakan pembenahan partainya harus dilakukan dengan revolusi besar-besaran karena kasus hukum yang dialami Setya Novanto merusak kelembagaan partai. Dia menilai syarat utama pengganti Novanto khususnya di jabatan Ketua DPR harus sosok yang tidak pernah memiliki jejak masalah pada masa lalu, utamanya terkait dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sosok yang menjabat Ketua DPR harus bersih dari masalah korupsi. Walaupun hanya berstatus saksi (kasus korupsi), sebaiknya dicari yang benar-benar bersih," katanya. Hajriyanto menilai dari beberapa nama yang muncul, Sekretaris Fraksi Golkar DPR Agus Gumiwang Kartasasmita kandidat yang paling layak menjadi Ketua DPR karena sepanjang kariernya di DPR belum pernah bersentuhan dengan masalah hukum, terutama dengan KPK. [warta ekonomi]

fokus berita : #Melchias Mekeng


Kategori Berita Golkar Lainnya