02 Januari 2018

Berita Golkar - Seminggu jelang pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Partai Golkar belum mengambil sikap jelas. Menurut Ketua Harian DPD Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono, saat ini ada tiga opsi yang menjadi pertimbangan.

Pertama, ikut bergabung dalam poros PDIP. "Kalau ini yang terjadi tentu hanya menjadi follower karena PDIP sudah memiliki cukup kursi," jelasnya, Selasa (2/1/17). Opsi kedua bergabung dengan Partai Gerindra, PKS, dan PAN dengan peluang menyorongkan wakil gubernur. Sementara opsi terakhir membuat poros baru Golkar-Partai Demokrat-PPP.

Iqbal mengungkapkan poros baru Golkar-Demokrat-PPP bisa menjadi opsi paling menarik. Namun, dia ingin calon yang diusung adalah figur yang benar-benar kuat dan berpotensi menang. "Ya kalau mengusung, harus punya spirit menang. Kalau hanya calon-calonan buat apa?. Itu malah menguntungkan pihak lain. Pilgub 2018 bukan ajang main-main. Calon yang diusung harus bisa menang melawan calon PDIP dan Sudirman Said," tegasnya.

Dikatakan dia, sampai saat ini DPD Partai Golkar masih menyorongkan nama Arianti Dewi. Namun Partai Golkar, lanjutnya, takkan memaksakan nama calon karena keputusan koalisi menjadi yang terpenting. Menurut Iqbal, waktu seminggu sebelum pendaftaran bakal calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng pada 8-10 Januari 2018, masih cukup merancang serta memasang strategi.

"Cukup, satu minggu cukup. Kita matangkan dulu sikap partai, termasuk rencana koalisi Demokrat dan PPP. Setelah ada calon kita semua siap bergerak," paparnya. Pemilihan Gubernur Jateng 2018, baru Gerindra-PAN-PKS yang memunculkan nama calon gubernur, yakni Sudirman Said. Sementara PDIP, merencanakan pengumuman calon yang akan diusung pada 4 Januari 2018. [merdeka]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya