02 Januari 2018

Berita Golkar - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksi pertumbuhan industri digital pada 2018 di atas sebelas persen. Hal itu tidak lepas dari jaringan internet yang akan menyapa seluruh daerah di Indonesia.

Dalam enam tahun terakhir, industri digital mampu bertumbuh di kisaran 9,98-10,7 persen per tahun. Angka itu dua kali lipat dibanding pertumbuhan ekonomi nasional. ”Generasi milenial perlu didorong supaya secara bisnis bisa bertahan lama,” tutur Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto belum lama ini.

Merujuk riset terbaru Google dan Temasek, nilai investasi masuk startup sepanjang 2016 hingga kuartal III 2017 mencapai USD 12 miliar. Dari total dana itu, sebanyak 34 persen atau USD 4,08 miliar masuk Indonesia. Nilai investasi diperkirakan makin besar karena pada kuartal III 2017 sudah ada dana USD 7 miliar mengalir Asia Tenggara.

Mayoritas investasi masuk startup menyandang status Unicorn atau memiliki valuasi lebih dari USD 1 miliar. Keempat Unicorn Indonesia itu adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) mencatat, 305 perusahaan jasa industri digital domestik dengan beragam jenis core business. Industri digital meliputi industri perbankan, advertising, trading, dailydeals, directory, infrastruktur digital, sistem operasi, mesin pencarian, konsultan IT, marketplace, online retail, payment gateway, dan travel.

Pemerintah sendiri sedang berusaha menarik lebih banyak minat investor. Beragam cara dilakukan, mulai pembangunan infrastruktur hingga fasilitas perizinan.

Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) juga dirangkul untuk mengembangkan era digital macam kemajuan teknologi artificial intelligent, robotic, dan 3D printing. ”Kami sudah menyiapkan pembangunan Nongsa Digital Park (NDP) di Batam, sebagai basis pelaku industri kreatif di bidang digital,” imbuhnya. [jpnn]

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya