02 Januari 2018

Berita Golkar - Ada istilah baru yang mencuat di lingkungan kantor Gubernur Sumatera Utara. Itulah PATEN. Yang tadinya hanya singkatan dari Pak Tengku Erry Nuradi, kini bertambah satu lagi. Apa itu? PATEN: Pilgubsu Tanpa Tengku Erry Nuradi. Ungkapan itu yang terdengar dalam percakapan dua pejabat eselon II setingkat kepala dinas dan kepala biro di lobi kantor Gubsu di Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (2/1/18).

"Bisa-bisa Pak Erry kekurangan partai pengusung mencalonkan diri di Pilgubsu," kata sang kepala dinas yang mengaku baru bertemu Gubsu Erry Nuradi di lantai 10 sekitar pukul 11.00 WIB. Kepala biro yang kelihatannya sudah mengetahui kondisi tersebut mengangguk-anggukkan kepala. "Iya, Pilkada tanpa Tengku Erry Nuradi. Bisa saja itu jadi kenyataan," tegasnya.

Mencuatnya perkiraan Erry gagal mencalonkan diri menjadi Gubernur Sumut pada Pilkada Sumut 2018 terkait kabar pencabutan dukungan partai Golkar kepadanya. Kendati kabar tersebut belum jelas kebenarannya, berbagai pihak sudah mulai berspekulasi bahwa mantan Bupati Serdang Bedagai tersebut tidak mendapat tiket maju bertarung.

Sebelumnya Partai Nasdem dan Golkar mendeklarasikan akan berkoalisi mendukung Erry. Juga dikabarkan ikut mendukung Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia. Erry yang ditemui seusai rapat dengan Wagub Nurhajizah Marpaung dengan mimik datar memberikan penjelasan. "Kita lihat tanggal 8 ya, kita lihat nanti di situ," ujarnya singkat.

Ditanya apakah itu pertanda kuat dirinya telah ditinggalkan Golkar, jawabannya serupa. "Kita lihat saja nanti tanggal 8," tutupnya sebelum masuk ke dalam mobilnya. Tanggal 8 yang dimaksud saat di mana setiap pasangan calon Gubsu akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum. Pendaftaran berlangsung selama tiga hari hingga 10 Januari. [medanbisnisdaily]

 

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya