03 Januari 2018

Berita Golkar - Partai Golkar harus pertimbangkan opsi ketua umum menjadi ketua DPR RI sebagaimana sebelumnya Setya Novanto. Demikian dikatakan Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo saat ditemui wartawan di Kawasan Setiabudi, Jakarta, Selasa (2/1/18). "Opsi itu kalau kita melihat apa pernah terjadi dilakukan oleh Novanto, yaitu ketua partai adalah ketua DPR," katanya.

Menurut Ari, opsi tersebut sangat mungkin terjadi dilakukan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang juga memimpin lembaga parlemen. Hal tersebut akan lebih mudah ditentukan daripada memilih calon ketua DPR di antara kader-kader Golkar.

Hanya saja, ada konsekuensi mutlak yang harus diambil jika Airlangga juga menjabat ketua DPR. Posisinya sebagai menteri perindustrian di Kabinet Kerja harus dilepas. "Itu skenario yang ada. Tetapi konsekuensinya Airlangga harus mundur jadi menteri. Itu juga kemudian yang menunculkan kabar reshuffle kabinet," jelas Ari.

Di samping berbagai opsi yang muncul, Ari menekankan bahwa siapapun ketua DPR pilihan partai nantinya harus membantu mewujudkan slogan Golkar Bersih. "Tetap harus dari orang yang bersih, berintegritas dan anti korupsi," imbuh Ari. [rmol]

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya