03 Januari 2018

Berita Golkar - Ketua DPP Partai Golkar, Happy Bone, mengatakan keinginan partainya memasangkan Dedi Mulyadi dengan Deddy Mizwar, yang merupakan kader Partai Demokrat sulit dilakukan. Sulitnya Demul-Demiz bersatu, dijelaskan Happy, lantaran partainya masih mempertimbangkan isu kontrak politik yang diminta Demokrat untuk dukungan di Pemilihan Presiden 2019.

"Ya itulah (isu kontrak politik), kami belum ambil keputusan," ujar Happy. Happy menegaskan, bila kelak Golkar tidak merestui duet Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar, maka koalisi dengan Demokrat otomatis batal.

Namun demikian, keputusan tetap ada pada pengurus di pimpinan pusat. "Persoalannya (Demul-Demiz), ibarat kawin kan enggak bisa tanpa persetujuan orangtuanya, yaitu DPP, ketika DPP mencarikan (pasangan) lalu dia (Demul) merasa sudah menemukan jodohnya," dia menutup.

Dedi Mulyadi, yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat menyatakan Koalisi Sajajar terbuka untuk partai lain. Koalisi Sajajar - dalam bahasa Indonesia sejajar - dibangun Golkar dan Demokrat pada Pemilihan Gubernur Jabar 2018. "Kita masih terbuka dan berkomunikasi dengan semua partai. Saya juga sudah berkomunikasi dengan PKB Jawa Barat," kata Dedi, Kamis, (28/12/17).

Dedi menyebut Koalisi Sajajar telah memenuhi syarat jumlah kursi untuk mendaftar ke KPU Jawa Barat. Meski begitu, pihaknya terus membangun konsolidasi. Partai Golkar memiliki 17 kursi di DPRD Jawa Barat, dan Partai Demokrat memiliki 12 kursi. "Kita tetap terbuka, kan semuanya kawan. Tentu saja kita ingin berbuat yang terbaik untuk Jabar," katanya.

Koalisi Sajajar, menurut Dedi, belum memutuskan konfigurasi nama untuk calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Jawa Barat. Bagi-bagi kekuasaan, kata dia, tidak menjadi fokus saat ini, melainkan bagaimana membangun kesepahaman membangun Jabar. [liputan6]

fokus berita : #Dedi Mulyadi


Kategori Berita Golkar Lainnya