11 Januari 2018

Berita Golkar - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengungkapkan sosok ideal pengganti dirinya untuk mendampingi Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019.

Menurut JK, kriteria wapres yang sesuai harus memiliki karakter yang berbeda dengan presiden untuk saling melengkapi. Selain itu, wapres yang mendampingi juga harus mampu menaikkan tingkat keterpilihan.

“Presidennya harus memperluas pemilih, kalau enggak nanti pemilihnya itu-itu juga. Apakah dari sisi asal wilayah misal Jawa atau luar Jawa, macam-macam,” katanya dalam acara ‘Mata Najwa’, Rabu (10/1).

Jika terlalu banyak kesamaan dengan presiden, JK khawatir justru akan menimbulkan konflik. “Harus berbeda untuk saling melengkapi, kalau sama nanti tengkar terus.”  Selain mengungkap kriteria wapres yang ideal, JK juga menyebut strategi kampanye bagi calon petahana yang kembali mengikuti pilpres.

Menurutnya, kampanye terbaik bagi calon petahana saat ini adalah bekerja. Apalagi tahapan awal pilpres 2019 akan segera dimulai pada Agustus mendatang. “Pemerintah untuk menang ya bekerja, itu yang paling efektif,” tuturnya. JK menyatakan sudah tak berniat maju kembali mengikuti pilpres karena merasa perlu beristirahat.

“2019 enggak mau lagi (jadi wapres). Istirahat, biar yang muda-muda (yang maju),” ujar JK. [cnnindonesia]

fokus berita : #Jusuf Kalla


Kategori Berita Golkar Lainnya