12 Januari 2018

Berita Golkar - Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing berharap kepengurusan Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto harus diisi figur-figur bersih dan mumpuni.

Termasuk untuk mengisi jabatan sekretaris jenderal (sekjen) Partai Golkar mendampingi Ketua Umum. Menurut Emrus, figur muda cocok untuk mengisi posisi Sekjen.

"Saya lebih bicara pada figur, apa dia dari mana tidak masalah. Figur muda, sosok bersih," ujar Emrus, Jakarta, Jumat (12/1/2018) Pengamat politik ini menjelaskan, generasi muda yang bersih mumpuni, mempunyai semangat dan mobilitasnya juga tinggi.

"Kenapa harus muda? agar Golkar dipimpin kaum muda. Airlangga Hartarto ada di generasi menengah, 50 (tahun-red) ke atas, harus di-backup oleh kaum muda, paling tidak maksimal usia 40-45. Generasi muda, selain kreatif juga mobilitasnya tinggi dan bisa mengelola partai ini dengan baik, bisa menghadapi terutama persaingan-persaingan yang sudah di depan mata, yaitu Pilkada 2018 dan Pileg 2019," tutur Emrus.

Menurut dia, Golkar dituntut untuk bekerja keras pada tahun ini, yakni berupaya memenangkan kepala daerah yang diusung dan didukung.

Emrus menilai jika kemenangan Golkar pada pilkada serentak 2018 mencapai 90% maka hal itu luar biasa. Namun, kata dia, jika yang dicapai cuma 50% bahkan kurang maka kinerja Golkar kurang baik. Angka itu dikatakannya menunjukkan respons publik terhadap Golkar kurang baik.

"Harus bekerja keras, kerja politik maka diperlukan generasi muda di kesekjenan itu. Motornya adalah sekjen, ketua umum berpikir strategis dan mengambil keputusan," sambungnya menekankan.

Selanjutnya, kata Emrus, sosok sekjen harus dipastikan bersih dari masalah hukum, sebagai upaya pengembalian citra Golkar. "Yang kedua, memenuhi syarat bersih. Golkar membawa branding bersih dan branding bersih merupakan suatu kemutlakan.

Lantas siapa figur muda dan bersih yang layak menjadi Sekjen? Partai Golkar, kata Emrus mempunyai banyak kader muda, potensial, bersih dan mumpuni.

"Ada nama Ahmad Doli Kurnia, Zainudin Amali, keduanya bersih kalau saya lihat. Zainudin Amali saya kira bagus disodorkan menjadi Ketua DPR, Doli Kurnia jad Sekjen," ujarnya.

Alasannya menyebut nama Doli karena kader Golkar itu memiliki keberanian bersuara lantang. Hal itu terlihat saat menyikapi kaus Setya Novanto terkait dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

"Kemarin dia berani lantang bersuara meski risikonya dipecat, tapi dia berani. orang-orang pejuang politik seperti ini konsekuensi dari sebuah perjuangan, dia tahu risiko itu, dia berani mengatakan Golkar bersih, Golkar harus bersih. Jadi Doli diposisikan sekjen dan Zainudin Amali diposisikan menjadi ketua DPR saya kira sangat tepat," tuturnya. sindonews]

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya