22 Februari 2018

Berita Golkar - Partai Golkar tak memungkiri adanya isu mahar politik. Menurutnya, praktik politik transaksional dilakukan oleh oknum-oknum dengan cara senyap. "Ada oknum-oknum yang kemudian kita dengar menerima atau meminta mahar itu," kata Wakil Koordinator Pemenangan Pemilu Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia di acara Mata Najwa yang dipandu Najwa Shihab, yang disiarkan langsung di Trans7, Rabu (21/2/2018) malam.

Menurutnya, praktik politik uang di suasana pemilu itu sulit terungkap. Ibarat angin, mahar politik cukup terasa namun susah dipegang. "Itu (mahar politik) kita tidak bisa menutup mata, walaupun kita susah membuktikannya. Ini kan kayak angin," paparnya kader Golkar yang pernah dipecat oleh Setya Novanto karena mendesak KPK penjarakan Ketua Umum DPP Golkar yang saat itu dijabat Setnov itu.

Tentu saja, hal ini akan menjadi pekerjaan rumah bersama-sama semua pihak. Perubahan sistem dan budaya politik perlu dijalankan supaya politik uang dapat tercegah secara efektif. Dijelaskan, belakangan, di suasana Pilkada Serentak 2018, kebetulan saja ada sejumlah kepala daerah yang juga calon kepala daerah petahana kena operasi tangkap tangan KPK. Dari Golkar juga ada, yakni Bupati Subang Imas Aryumningsih, yang menjadi tersangka suap.

Sementara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya kini telah membuat peraturan agar calon yang menyuap PDIP demi mendapatkan rekomendasi pilkada bakal ditolak. Juga, pengurus PDIP yang menerima suap bakal dipecat dan mengembalikan dua kali lipat nilai nominal suap itu, tutup politikus asal Yogyakarta itu.[netralnews]

fokus berita : #Ahmad Doli Kurnia


Kategori Berita Golkar Lainnya