01 April 2018

Berita Golkar - Kebijakan pemerintah yang terus menerus membuka kran impor pada sejumlah kebutuhan pokok mendapatkan tanggapan dari politisi senior Partai Golkar Firman Soebagyo. Ia mengaku kesal karena kebijakan pemerintah dinilai tidak mendukung swasembada pangan. Padahal Firman mengapresiasi Kementerian Pertanian yang sudah tepat bahkan on the track.

Ia menganggap Kementan mampu menangani sektor Pertanian, karena mampu menjaga kualitas produk pertanian dianggap mampu bersaing dengan produk luar. "Di sisi lain, Saya menyayangkan kenapa di lintas kementerian lain tetap saja tidak mendukung Kementan, malah terus-terus melakukan impor dan sangat nyaris membuat petani lokal hampir frustasi,” sesal Firman di Jakarta, Minggu (1/4).

Firman menegaskan, kebutuhan pangan sangatlah fundamental dan bahkan sudah menjadi bagian hidup bagi petani. Namun sayangnya, pemerintah tidak pernah merespon langsung hal itu bahkan cenderung meninggalkan. "Padahal pangan adalah kebutuhan pokok yang sangat fundamental bagi bangsa Indonesia yang jumlah penduduknya nyaris sudah mencapai 250 juta penduduk. Apakah kita akan diam saja?!," tegas Firman.

Merujuk data resmi PBB di New York, bahwa kenaikan jumlah penduduk dunia pada tahun 2050 diperkirakan akan meningkat sampai dengan 9,6 miliar, dan salah satuanya negara Indonesia yang akan menghadapi tantangan terberat karena kebutuhan pangan pokok dan energi akan mengalami peningkatan yang sangat besar.

Firman mewanti-wanti agar Pemerintah mulai melihat bagaimana sektor pertanian lokal sangat maju dan bahkan bisa bersaing dengan negara lain. Apalagi tantangan ke depan bagi Indonesia adalah bagaimana meningkatkan kebutuhan bahan pangan pokok agar bisa dilirik oleh negara lain. "Dengan demikian kita tidak terlalu tergantung kepada impor,” ujar Firman.[akurat]

fokus berita : #Firman Soebagyo


Kategori Berita Golkar Lainnya