02 April 2018

Berita Golkar - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tiga karyawan PT Dunia Hobi, untuk dimintai keterangannya sebagai saksi dalam kasus kasus dugaan suap pemulusan anggaran proyek satelit monitoring (satmon) pada Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun anggaran 2016. Ketiga saksi itu adalah Agus Gunawan, Ninik Samsiah dan Oding. Mereka akan diperiksa untuk tersangka politikus Partai Golkar Fayakhun Andriadi.

"Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FA (Fayakhun Andriadi)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Fayakhun resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 14 Februari 2018. Penetapan tersangka Fayakhun sendiri merupakan pengembangan dari kasus suap di Bakamla RI. Kini, Fayakhun sudah menjadi tahanan KPK. Fayakhun diduga menerima ‎hadiah atau janji berupa uang setelah memuluskan anggaran proyek Bakamla. Dia mendapatkan imbalan 1 persen dari proyek senilai Rp1,2 triliun atau sebesar Rp12 miliar.

Selain itu, Fayakhun juga diduga menerima dana suap sebesar USD300 ribu. Uang tersebut diduga diterima Fayakhun dari proyek pengadaan di Bakamla. Sejumlah uang yang diterima Fayakhun tersebut berasal dari Direktur Utama Melati Technofo Indonesia (PT MTI), Fahmi Dharmawansyah melalui anak buahnya, M. Adami Okta. Uang tersebut diberikan dalam empat kali tahapan.

Atas perbuatannya, Fayakhun disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b‎ atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.[okezone]

fokus berita : #Fayakhun Andriadi


Kategori Berita Golkar Lainnya