12 April 2018

Berita Golkar Ketua Fraksi Partai Golkar (PG) di DPR Melchias Marcus Mekeng optimistis Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa kembali mengalahkan Prabowo Subianto di Pemilu 2019 mendatang jika calonnya hanya dua. Dengan kerja nyata yang dijalankan selama ini, menjadi modal bagi Jokowi untuk terpilih kembali. "Kami yakin Jokowi bisa dua periode. Rakyat bisa melihat apa yang dikerjakan selama ini," kata Mekeng di Jakarta, Kamis (12/4).

Ia menjelaskan kerja Prabowo untuk menang cukup berat. Hal itu karena berbagai survei selama ini menempatkan elektabilitas Jokowi jauh di atas Prabowo.‎ Prabowo harus mendapatkan calon wakil presiden (cawapres) yang bisa mengangkat elektabilitasnya. Sementara untuk Jokowi, faktor cawapres hanya memperkuat elektabilitas yang ada selama ini.

"Memang bisa saja terjadi Jokowi kalah jika salah pilih cawapres dan Prabowo bisa memilih cawapres yang mengangkat elektabilitasnya‎. Supaya itu tidak terjadi, cawapres Jokowi harus dibicarakan di antara semua partai koalisi. Tidak bisa diam-diam saja. Nanti mesin partai tidak berjalan kalau cawapres yang bukan disepakati bersama," tutur Mekeng yang juga Ketua Komisi XI DPR ini.

Dia menyarankan figur cawapres harus bisa melengkapi kekurangan yang ada pada Jokowi. Dengan demikian, kehadirannya bisa mengangkat elektabilitas pasangan.

"Pada pemilu 2014 lalu, kehadiran Pak Jusuf Kalla (JK) sebagai cawapres sangat membantu. Nanti kan Pak JK tidak bisa maju lagi karena terbentur undang-undang. Maka cawapres Jokowi di 2019 harus seperti Pak JK pada 2014. ‎Bisa menutup kekurangan Jokowi dan bisa menambah suara sehingga bisa menang," jelas Mekeng.

Jika calon hanya Jokowi dengan Prabowo, Mekeng melihat pemilu akan berjalan aman-aman saja. Situasi tidak terlalu panas, apalagi terjadi konflik. Pasalnya masyarakat Indonesia sudah cerdas. Masyarakat tidak akan terpengaruh dengan provokasi, hiruk-pikuk dan kampanye-kampanye hitam dari para pendukung.

Saat ditanya potensi kampanye berbau suku, ras dan agama (SARA) dan muncul kembali isu PKI, Mekeng melihat tidak masalah. Pada Pemilu 2014 lalu, isu seperti itu sudah muncul. Hasilnya Jokowi tetap menang. Jika isu yang sama tetap muncul, masyarakat melihat isu-isu itu dipakai untuk kepentingan pemilu.

Penyataan serupa dengan Mekeng disampaikan Wakil Sekjen M Sarmuji. Dia menjelaskan menghadapi Prabowo dalam kondisi sekarang lebih menguntungkan bagi Jokowi. Pasalnya, dalam kondisi Jokowi bukan petahana saja, Prabowo bisa dikalahkan, apalagi saat ini di mana kekuatan Jokowi sangat besar.

"Untuk urusan Cawapres sudah ada simulasi yang dilakukan dengan berbagai opsi. Hasilnya dipasangkan dengan siapa saja, kekuatan Jokowi masih di atas Prabowo. Tanpa bermaksud mendahului kehendak Tuhan, peluang menang Jokowi sangat besar menghadapi Prabowo‎," kata Sarmuji.[beritasatu]

fokus berita : #Melchias Mekeng


Kategori Berita Golkar Lainnya