31 Agustus 2018

Berita Golkar - Mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham akhirnya resmi ditahan lembaga anti rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sebelumnya menyandang kasus tersangka. Penahanan mantan Sekjen DPP Partai Golkar ini digelar usai penyidik melakukan pemeriksaan selama 5 jam atas kasus dugaan suap Proyek PLTU Riau, Jumat (31/08/2018).

KPK sendiri pun sebelumnya telah menetapkan Eni Maulani Saragih selaku anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI nonaktif. Eni diketahui terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di kediaman Idrus Marham, Jakarta, beberapa waktu lalu. Idrus Marham tampak sudah mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye ketika menyelesaikan pemeriksaan pada pukul 18.30 WIB.

Idrus menegaskan, dirinya siap mengikuti semua proses hukum dan segala tahapan yang berjalan di KPK. "Dan saya sudah katakan, semua saya ikuti tahapan-tahapan ini, saya hormati semua, langkah-langkah yang diambil," ujar Idrus di Gedung KPK, Jakarta. Idrus ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 21 Agustus 2018. Ia diduga dijanjikan uang sebesar USD1,5 juta agar mendorong terjadinya kesepakatan kerja sama PLTU Riau.

Secara terpisah, Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan mengenai penahanan terhadap Idrus Marham. Febri menjelaskan nantinya Idrus akan di tahan di Rutan KPK. "Ditahan 20 hari pertama di rutan cabang KPK di K4," kata Febri saat dikonfirmasi. [sindonews]

fokus berita : #Idrus Marham


Kategori Berita Golkar Lainnya