16 Mei 2017

Drama meletakkan Ahok sebagai simbol tertindas atau menyamakannya dengan Nelson Mandela adalah dua sisi yang berbeda secara diametral. Mandela membela kaum papa, Ahok memberangus rakyat kecil, digusur tanpa ampun. Nelson membela kaum tertindas, Ahok membela cukong dan para taipan.

Mandela mendekati rakyatnya dengan kelembutan, sementara Ahok beringas pada rakyatnya yang miskin papa. Mandela mengayomi kelompok identitas lain, Ahok justru menista kelompok yang berbeda dengannya. Please, jangan kotori Nelson Mandela dengan Ahok !

Ahoknisasi dan lilinisasi, adalah dua gerakan saling berkelindan; saling mengandaikan. Goal-nya kekuasaan. Insentif citra tertindas, dizalimi dan korban diskriminasi hukum, merupakan tabungan citra mengawal heroisme imajiner Ahok. Goal-nya, 2019 Ahok Cawapres mendampingi Jokowi? Jadi gerakan politik 1000 lilin yang dipelopori kelompok fundamental politik berbasis agama dan etnis, murni gerakan politik. Bukan gerakan moral (moral movement). Judgement politiknya lebih kental dari judgement moral.

Rentetan kronologi dari terusirnya ulama oleh gubernur Kalimantan Barat, pengusiran Fahri Hamzah dari Manado, adalah kedok asli gerakan moral 1000 lilin yang tersingkap. Sikap frustasi politik yang meluber, adalah klimaks kekesalan politik, setelah Ahok yang dikolektivikasi mewakili ambisi politik kelompok fundamental politik berbasis agama dan etnis, roboh dan babak belur di Pilkada DKI 2017.

Secara sosiologi poilitik, Islam Indonesia berikut varian kelompok Islam gerakan, adalah sumber daya, sekaligus motor pendorong politik kekuasaan strategis. Dalam setiap etape sejarah politik di Indonesia, gerakan politik umat Islam di Indonesia, menjadi kekuatan penentu.

Pembubaran Masyumi ditahun 60-an, seruan ganyang dan bubarkan HMI dengan fitnah kontra revolusi oleh PKI dan kroni-kroninya, adalah bentuk ekstrem upaya mematahkan akselerasi politik Islam di Indonesia. Demikian pun saat ini, upaya deislamisasi melalui stigma bin fitnah radikalisme, anti kebhinekaan dan Pancasila, adalah bentuk nyata ketakutan terhadap politik Islam.

Lilinisasi dan isu-isu provokatif di dalamnya, hanyalah aransemen ulang lagu lama politik kelompok Islampobia untuk mematahkan satu demi satu elemen pembangkit gerakan politik Islam. Ahok hanyalah anak dadu yang dimainkan para komprador dengan isu-isu trans-nasional seperti demokrasi, supremasi hukum dan semacamnya. Lawan !!

Penulis: Abdul Hafid Baso, Wasekjen PP AMPG

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya