21 Juni 2019

Berita Golkar - September 2020 nanti, warga Banua akan kembeli bertemu dengan pesta demokrasi. Berbeda dengan April lalu yang memilih calon legislatif, DPD, dan pasangan Presiden dan Wakil Presiden, pemilu tahun depan khusus mengagendakan pemilihan calon kepala daerah (Pilkada) di sejumlah daerah di Kalsel.

Baca Juga: Ananda Tegaskan Dirinya Siap Maju di Pilwali Banjarmasin 2020

Masih ada 15 bulan lagi tentunya, sebagai ancang-ancang untuk pelaksanaan Pilkada serentak yang terjadi di Kalsel dan sejumlah daerah. Meliputi pemilihan bupati di Kabupaten Banjar, Tanah Bumbu, Kotabaru, Hulu Sungai Tengah (HST) dan Balangan. Selain itu, ada pemilihan walikota untuk Kota Banjarmasin dan Banjarbaru. Dan tentunya, Pemilihan Gubernur Kalsel.

Meski terbilang masih lama–mengingat momentum politik yang bisa berubah setiap saat, namun geliat nama-nama kandidat sudah mulai muncul. Baik yang masih sendiri, maupun telah menggandeng pasangan.

Untuk Pilkada Banjarmasin, nama H Hasnuryadi Sulaiman SE, putra tokoh Banua almarhum H Abdussamad Sulaiman HB, santer disebut akan maju bersama Ketua DPD Golkar Banjarmasin, Hj Ananda. Dua nama tersebut, layak menjadi kandidat yang diperhitungkan karena kiprahnya selama ini. Baik di dunia politik, sosial, ekonomi, hingga olahraga.

Hasnuryadi yang pemilu 2019 lalu dipercaya kembali duduk sebagai anggota DPR RI, memiliki banyak pengalaman. Ia juga tercatat sebagai Manager Klub sepakbola kebanggan Banua, Barito Putera serta Ketua PSSI Kalimantan Selatan. Hasnur—demikian dia diakrabi, juga memiliki segudang pengalaman organisasi melalui Ketua Pemuda Pancasila (PP) Provinisi Kalsel, Ketua DPD Partai Golkar Kalsel, Ketua Kamar Dagang Indonesia Kalsel.

Sedangkan Ananda saat ini menjadi Ketua DPRD Kota Banjarmasin dan terpilih kembali menjadi anggota DPRD Kota periode 2019-2024 . Ia juga sebelumnya juga aktif di berbagai organisasi kepemudaan hingga mewakili Provinsi Kalimantan Selatan di ajang Pemilihan Putri Indonesia.

Dua tokoh muda ini, berbekal pengalaman dan prestasi yang akan diwujudkan nantinya apabila terpilih untuk Kota Banjarmasin. Memakai jargon HAI “Hasnuryadi Ananda Insya Allah untuk Banjarmasin”, mereka patut ditunggu kiprahnya dalam pertarungan politik nanti.

Apalagi petahana, yakni Walikota H Ibnu Sina dan dan wakil Walikota H Hermansyah juga sama-sama maju untuk berebut Banjarmasin 1. Sehingga saat ini, sudah ada tiga calon walikota yang muncul di publik yang menyatakan siap maju. Jumlah itu kemungkinan bisa saja bertambah, karena masih memungkinkan muncul lagi calon dari independen.

Bagi Hasnur dan Nanda, jika mereka nanti maju dalam Pilkada tentunya harus mundur dari jabatannya saat ini sebagai anggota dewan. Tetapi itu sudah menjadi hitungan matang dan siap menerima konsekuensinya. Karena saat ini mereka berdua sama-sama punya peluang besar baik independen dengan modal dukungan masyarakat waktu pencalegan, ataupun maju melalui Partai Golkar. Sedangkan Ibnu Sina dipastikan maju melalui perahu PKS, dan Hermansyah melalui kendaraan PDIP.

Kehadiran para tokoh muda ini, tentu saja menyebabkan perebutan suara pemilih milenial ke depannya tak dapat dihindari. Terkait hal ini, nama Fazlur Rahman yang saat ini menjabat Ketua DPD KNPI Kalsel dan Ketua DPC Gerindra Kota Banjarmasin juga menjadi kandidat potensial. Namun basis pengalaman dan kiprah Hasnur, tetap memiliki kans yang tidak kecil. Apalagi ditambah kehadiran sosok Nanda, yang diharapkan dapat mendongkrak suara pemilih perempuan.

Baca Juga: AMPG Jagokan Duet Hasnuryadi-Ananda di Pilwalkot Banjarmasin 2020

Jika jadi, Nanda hanya akan mendapatkan rival dari putri mantan Walikota Banjarmasin H Muhidin yang kabarnya juga maju di Pilkada. Meskipun terbilang muda, namun saat ini berhasil lolos menjadi anggota DPRD Kalsel Dapil Kota Banjarmasin dengan suara terbanyak kedua.

Sementara bagi petahana Ibnu Sina maupun Hermansyah, peran pembinaan RT/RW di Banjarmasin, Lurah , Camat, bahkan SKPD, bisa membantu sosialisasi program di masyarakat. Maka tantangan ini merupakan tolak ukur pasangan HAI untuk bisa bersaing. Apalagi seperti disebutkan di atas, bahwa kondisi saat ini masih sangat dinamis. Masih menunggu pasangan calon resmi yang nantinya akan ditetapkan oleh KPU Banjarmasin.[kanalkalimantan]

fokus berita : #Ananda


Kategori Berita Golkar Lainnya