21 Juni 2019

Berita Golkar - Pemilu serentak 2019 baru selesai. Saat ini masyarakat masih menunggu sengketa Pilpres yang tengah disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Meski Pemilu 2019 baru saja usai, di internal Golkar sensdiri tengah ada wacana mendorong Ketum Airlangga Hartarto maju sebagai capres dalam Pilpres 2024. Hal itu sah-sah saja digulirkan.

Baca Juga: Firman Soebagyo Ungkap Munas Dipercepat Harus Diputuskan di Rapimnas Golkar

Namun demikian, Golkar masih perlu melihat sistem dalam Pilpres 2024 nanti. “Apakah akan ada perubahan atau tidak dalam sistem Pilpres dan Pemilu 202 nanti. Karena itu juga bagian yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan,” kata politisi Golkar, Firman Soebagyo di Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Firman kemudian merujuk pada pengalaman Golkar yang mencalonkan Aburizal Bakrie, yang saat itu sebagai ketum Golkar maju menjadi capres. Namun ujung-ujungnya tidak ada yang mendukung dan mencalonkan.

Di sisi lain, Golkar tidak mampu mencalonkan sendiri karena tidak memenuhi persyaratan presidential threshold. Oleh karena itu, Firman mencalonkan capres itu tidak mudah. Persyaratan administrasi harus teepenuhi dan siapa partai koalisinya ini semua sangat menentukan.

“Menurut saya lebih ralistis kalau kita mempersiapkan diri dengan baik dan melakukan evaluasi organisasi partai dan personalia secara menyeluruh dari tingkat desa sampai pusat untuk menghadapi Pemilu 2024,” tandasnya.

Baca Juga: Firman Soebagyo Nilai Pileg Terpisah, Hanya Pilpres-Pilkada Digelar Bersamaan

Termasuk mengoptimalkan kerja aanggota dewan di semua tingkatan agar betul-betul memperjuangakan hak rakyat. 

“Namun demikian saya tidak melarang dan tidak memiliki kapasitas mengomentari wacana pencalonan tersebut karena itu hal politik seseorang,” tuturnya. [sindonews]

fokus berita : #Firman Soebagyo #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya