24 Juni 2019

Berita Golkar - Jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang dihelat tahun 2020, Partai Gerindra Sulawesi Utara (Sulut) akan turut meramaikan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Ketua DPD Gerindra Sulut, Wenny Lumentut saat dihubungi wartawan mengatakan partai ini sudah menyiapkan salah satu kader terbaiknya di Pilkada Minsel.

"Kami akan mengusung putra Minsel," kata dia, Senin (24/6/2019).

Saat didesak kader yang dimaksud, anggota DPRD Sulut ini menyebut nama Yudi Moniaga.

Gerindra Sulut menurutnya tak muluk-muluk di Pilkada Minsel, mereka hanya target duduk di papan dua atau wakil bupati.

Gerindra Sulut tetap membuka peluang koalisi dengan partai lain lantaran tak cukup kursi di DPRD Minsel untuk mengusung calon sendiri. Kemungkinan besar Partai Golkar yang menjadi 'kawan koalisi' Partai Gerindra.

"Bisa dengan Golkar. Kalau jadi MEP-Yudi Moniaga," kata Lumentut yang menyebut nama Michaela Elsiana Paruntu (MEP) yang berpeluang besar diusung Golkar Sulut di Pilkada Minsel.

Sementara itu Wakil Ketua Golkar Sulut Feryando Lamaluta menyambut baik jika Gerindra menginginkan partai berlambang beringin ini jadi satu koalisi. Tapi itu semua tetap akan berproses dan menunggu rapat internal partai

"Politik itu dinamis. Kita lihat ke depan akan seperti apa konstelasinya khusus di Pilkada Minsel," ucap Lamaluta.

Pengamat poitik Sulut Doktor Fanley Pangemanan mengatakan Minsel jika dibanding dengan kabupaten/kota lain di Sulut memiliki karakter khusus dan unggul dari aspek SDA apalagi SDM.

Aspek kekinian sangat nyata bahwa wilayah dengan 177 Desa dan kelurahan masyarakatnya punya keinginan kuat untuk maju apa lagi urusan sekolah.

Hal inilah yg menjadi dasar sehingga kita sebenarnya tidak perlu lagi mendatangkan SDM/birokrat dari luar utk memajukan minsel kedepan.

Realitasnya setiap kecamatan menyimpan kader dan figur yang kapabel dan bisa diterima oleh semua segmen masyarakat.

Melihat Figur Birokrat senior dan berpengalaman kini bertebaran di lingkup Pemerintah Provinsi dan Pemerintah kabupaten kota. Dari nama2 yg sering diberitakan sangat menanti pinangan parpol untuk mengusungnya. Pula mereka sangat mumpuni dari aspek pengalaman serta nilai jualnya.

Tapi secara pasti ada beberapa tokoh muda yang notabene punya talenta dan jiwa leadership yang kemudian bisa diandalkan guna menahkodai pemerintahan ke depan.

Dari sekian keunggulan yang dimiliki, pendorong utamanya secara kasat mata telah memiliki kendaraan yang jelas. Gen bawaannya dari aspek menejerial nampak dan tangguh.

Sebut saja Partai Golkar dengan melihat perolehan suara pada pemilu kali ini, peluang untuk mengusung paslon bupati dan wabup amat terbuka.

Hadirnya sosok MEP dari deretan nama khusus di kalangan internal Golkar, bukan basi lagi untuk dikonsumsi publik Minsel.

Persoalan ke depan adalah Golkar jika menghendaki kehadiran MEP pada Pilkada 2020 hendaknya mulai sekarang wajib menyisir secara selektif guna merekrut figur pasangannya yang ideal jika ingin memenangkan game pilkada tahun depan.

Tentang siapa yang pas untuk menjadi pasangannya, sangat tersaji figur internal dan eksternal partai.

"Saya kira prioritaskan saja dahulu kader internalnya. Alasan utama sebab, beberapa kader senior internal partai sangat potensial bahkan memiliki nilai jual yang tinggi," kata dia.

Komitmen memajukan Minsel serta mengenal persis aspek politik geografis ada pada kader yang meraup suara signifikan di pemilu legislatif 2019 ini.

"Namun jika Golkar memiliki strategi dan tampilan lain, bagi saya bukan tidak mungkin harus mengadopsi figur luar partai untuk memperkokoh agar energinya lebih efektif dan efisien," pungkas dia. [tribunnews]

fokus berita : #Wenny Lumentut


Kategori Berita Golkar Lainnya