24 Juni 2019

Berita Golkar - Organisasi pendiri Partai Golkar, Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Baladhika Karya menolak wacana digelarnya musyawarah nasional luar biasa (munaslub). Sebab, munaslub tidak sesuai konstitusi partai dan berpotensi menimbulkan perpecahan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (Depipus) Baladhika Karya, Nofel Saleh Hilabi, mengatakan sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), Munas Golkar akan digelar tahun ini.

Hal itu sesuai sidang paripurna Munas Luar Biasa Partai Golkar 2017 yang memutuskan masa jabatan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berlaku hingga 2019.
"Sesuai dengan AD/ART Partai Golkar, munas dilakukan setiap lima tahun sekali. Itu sesuai dengan periode ketua umum yakni lima tahun. Dorongan dari bawah untuk digelar munas sudah kuat,” kata Nofel di Jakarta, Senin, 24 Juni 2019.

Menurutnya, Munas diperlukan untuk menyegarkan mesin partai dalam mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo. Penyegaran itu untuk memunculkan kader-kader muda potensial.

Nofel mengajak kader Golkar menghormati konstitusi partai. Menurutnya, dorongan mengadakan Munas Luar Biasa tidak memiliki dasar yang kuat. Dia menilai desakan itu mengganggu soliditas partai yang baru saja melewati proses pemilihan umum.

"Organisasi Partai Golkar itu seperti keluarga. Tokoh-tokoh yang akan maju sebagai calon ketua umum pun orang-orang hebat yang saling bersahabat. Karena itulah, munaslub tidak sesuai konstitusi partai dan berpotensi menimbulkan perpecahan," tegasnya.

Seperti diktehui, dua nama diprediksi akan bertarung untuk memperebutkan kursi ketua umum Golkar pada munas yang akan diselenggarakan pada Desember mendatang. Keduanya adalah Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Sebelumnya, Wakil Koordinator Bidang Pratama Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengaku sudah melakukan safari politik ke para senior terkait rencana dirinya maju sebagai calon ketua umum golkar. Bamsoet mengaku mendapat tanggapan positif.

"Ada beberapa bertemu dengan beberapa senior, tanggapannya positif," kata Bamsoet.

Menurut Bamsoet, para senior Golkar memang mendorong kader maju sebagai caketum. Karena itu, dia yakin maju sebagai caketum Golkar.

"Mereka menginginkan sebanyak-banyaknya kader mencalonkan diri. Karena semakin banyak kader yang mencalonkan diri, menunjukkan kaderisasi di partai ini berjalan baik," ujarnya.

Namun, Bamsoet akan menunggu hingga proses Pilpres 2019 selesai. Dia tidak mau membuat gaduh. "Tinggal menunggu tanggal 28 Juni, saya berusaha menjaga tidak terjadi kegaduhan. Tunggu Pak Jokowi ditetapkan sebagai presiden terpilih 2019-2024," kata Bamsoet. [medcom]

fokus berita : #Nofel Saleh Hilabi


Kategori Berita Golkar Lainnya