25 Juni 2019

Berita Golkar - Partai Golkar kembali menghangat jelang pagelaran Munas pemilihan ketua umum pada Desember 2019 nanti. Dua kandidat calon ketum yang sudah muncul yakni Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo. Keduanya telah mengakui mendapat dukungan sejumlah pihak untuk maju berebut orang nomor satu di Golkar.

Namun, selain dua nama tersebut, beberapa nama muda juga didorong untuk tak ketinggalan ikut bertarung. Di antaranya, Indra Bambang Utoyo dan Agus Gumiwang Kartasasmita.

Baca Juga: Ini Cara Bambang Soesatyo Galang Dukungan Sebagai Caketum Golkar

Inisiator Generasi Muda Partai Golkar, Almanzo Bonara mengatakan, sebagai generasi muda Golkar menginginkan agar munas Partai Golkar nanti harus melahirkan solusi untuk memecahkan kebuntuan yang selama ini dihadapi oleh Partai Golkar.

Partai Golkar, kata dia, sudah mengalami berbagai prahara mulai dari persoalan konflik internal, bahkan kasus korupsi yang melilit beberapa kader termasuk petinggi partai. Hal ini yang menjadi salah satu faktor penyebab lemahnya jalan konsolidasi partai, hingga berujung pada penurunan perolehan suara Partai Golkar dalam pemilu 2019.

"Saya kira, sudah waktunya Golkar harus kembali menujukan karakternya yang khas dalam memainkan isu-isu besar kebangsaan," jelas Almanzo dikutip dari merdeka.com, Selasa (25/6).

Almanzo melanjutkan, selama ini Golkar terhanyut oleh gelombang masalah, yang cenderung merusak citra partai dan membuat partai ini kehilangan jati dirinya. Maka jelang munas Golkar, kepemimpinan partai yang kuat dan bersih dari persoalan korupsi, itulah yang harus menjadi urgensitas utama bagi partai Golkar saat ini, agar siap menghadapi persaingan politik selama lima tahun ke depan.

Oleh karena itu, dia menilai, munas harus menjadi ajang untuk mereposisi kembali langkah partai. Salah satunya adalah dengan menyiapkan calon kepemimpinan partai (calon ketum) yang tidak mempunyai rekam jejak permasalahan hukum, termasuk tidak terindikasi persoalan korupsi.

"Ini adalah salah satu syarat terpenting yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, agar kedepannya kepemimpinan partai dapat bergerak tanpa ada saderaan hukum. Jika demikian terjadi, maka Partai Golkar dapat melakukan langkah-langkah transformatif yang selama ini diharapkan oleh masyarakat," tegas Almanzo lagi.

Golkar saat ini, tambah dia, memiliki banyak stok kader yang punya kapasitas kepemimpinan yang mempuni, punya track record bersih, punya pemahamam kebangsaan yang kuat, bahkan punya pemahaman internasional yang andal (geo-politik, geo-strategis).

"Di antaranya, Indra Bambang Utoyo, Agus Gumiwang Kartasasmita, Ridwan Hisyam, Wisnu Suhardono, dan lain-lain. Saya kira, bila para kader ini hadir dalam kontestasi munas, maka akan menunjukan kepada publik, bahwa Golkar masih menjadi lumbung kader terbaik bagi bangsa," usul dia.

Baca Juga: Siapa Calon Ketua Umum Golkar Yang Didukung Aburizal Bakrie?

Dia berharap, munas Partai Golkar dapat digelar secara demokratis berdasarkan mekanisme partai, dan tentunya harus melahirkan kepemimpinan yang benar-benar fokus membesarkan partai serta dapat mengembalikan martabat dan kejayaan Partai Golkar.

Dan yang terpenting adalah kepemimpinan Partai Golkar harus mampu mengambil peran strategis sebagai jangkar kebangsaan dalam mengawal pemerintahan Jokowi-Ma'aruf Amin ke depan. [merdeka]

fokus berita : #Almanzo Bonara


Kategori Berita Golkar Lainnya