25 Juni 2019

Berita Golkar - DPP Partai Golkar sepatutnya bijak dalam memilih kadernya untuk menjadi pimpinan DPR/MPR, maupun menteri kabinet Presiden Joko Widodo. Hal ini penting mengingat terjadinya perubahan dinamika rakyat, dimana negara harus hadir untuk melindungi rakyat dari ketidakadilan. 

Demikian disampaikan politisi Partai Golkar Henry M Kailola melalui keterangan tertulisnya, Selasa (25/6).

Baca Juga: Ace Hasan Ungkap Koalisi Jokowi Belum Bahas Soal Jatah Kabinet

Henry berpendapat, proses politik itu adalah input dan output. Karenanya Partai Golkar diharapkan dapat memilih kader-kadernya yang terbaik untuk keseimbangan input, yaitu harapan dari rakyat dan output, yaitu kebijakan untuk rakyat.

Henry menuturkan, politik merupakan seni mengendalikan perbedaan kontraversial, guna mencapai kesepakatan. Dengan demikian dibutuhkan kader-kader yang memiliki idealisme tinggi, beretika dan mampu memberikan solusi dengan argumentasi dan akal sehat.

"Jadi untuk jabatan pimpinan DPR/MPR maupun menteri sebaiknya dipilih kader-kader yang mempunyai kapasitas, kapabilitas dan integritas," ujar Sekretaris Dewan Pertimbangan SOKSI Provinsi DKI Jakarta ini.

Henry juga mendorong Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto memilih kader-kader Partai Beringin yang bersih dan tidak berpotensi terjerat dalam kasus hukum, untuk menjadi pimpinan DPR/MPR maupun menteri.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tuding Manuver Percepat Munas Upaya Incar Kursi Menteri Jokowi

Seperti diketahui, Partai Golkar adalah partai politik bagian dari koalisi yang mencalonkan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-KH Maruf Amin pada Pemilu 2019. Partai Golkar juga menempati posisi urutan kedua dalam perolehan jumlah kursi terbanyak DPR RI. [rmoljakarta]

fokus berita : #Henry M Kailola


Kategori Berita Golkar Lainnya