25 Juni 2019

Berita Golkar - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, dalam dunia politik tidak ada kawan ataupun lawan politik yang abadi. Menurut JK, sapaan akrabnya, politik itu bersifat dinamis.

"Jadi politik itu dinamis sekali, karena itulah dalam politik tidak ada kawan dan lawan abadi. Hari ini berlawanan, tapi ujungnya juga bersamaan. Itu biasa saja dalam politik," kata JK dalam jumpa pers di Kantor Wapres pada Selasa (25/6), terkait partai oposisi yang diindikasikan berniat gabung koalisi pejawat.

Baca Juga: Capek Munaslub, Jusuf Kalla Ingin Golkar Munas Normal Saja Di Desember

Menurut dia, dinamika politik itu juga terjadi pada Pemilu 2014, saat Prabowo-Hatta didukung antara lain oleh Partai Golkar, PAN, dan PPP. Namun pada saatnya Golkar dan PPP bergabung dengan koalisi pemerintahan Kabinet Kerja.

Mantan ketua umum Partai Golkar itu menambahkan jika beberapa partai politik oposisi bergabung dengan koalisi pejawat, maka berpotensi memicu perdebatan internal. "Pengalaman kita, kebijakan kabinet berbeda dengan partai-partai yang ada di DPR. Itu biasa saja," ujar Wapres.

Namun demikian, Wapres menjelaskan keputusan partai politik oposisi untuk bergabung dengan koalisi pejawat kembali lagi kepada Presiden Joko Widodo.

"Karena pemerintah akan datang saya tidak ikut lagi, saya tidak tahu itu lagi koalisi-koalisi itu. Itu tergantung ke Pak Jokowi sendiri," ujar JK. [republika]

fokus berita : #Jusuf Kalla


Kategori Berita Golkar Lainnya