25 Juni 2019

Berita Golkar - Wacana Partai Golkar menggelar Munas dalam waktu dekat ini semakin bergulir dan menuai pro dan kontra di dalam tubuh Partai Golkar, seperti diketahui bahwa belakangan ini para tokoh partai berlambang beringin tersebut mulai memberikan statement terkait dinamika yang sedang bergulir.

Arman Amir, Wakil Ketua Umum DPP MKGR yang merupakan salah satu ormas hasta karya Partai Golkar ikut angkat bicara, Ia mengatakan bahwa Evaluasi menyeluruh pasca pemilu terhadap kinerja partai memang harus segera dilakukan.

“Ya kalau tanya saya, saya berharap (Munas) bisa secepatnya ya, karena itu memang wadah untuk kita melakukan evaluasi dan konsolidasi secara menyeluruh, tapi memang hal itu butuh tahapan tahapan organisasi seperti rapat Pleno dan Rapimnas” kata Arman.

“Tapi ya kalau rapat Pleno saja DPP tidak kunjung melaksanakan ya kita agak kecewa juga, bagaimana mungkin Organisasi sebesar Partai Golkar ini bisa dikelola dengan cara suka suka seperti ini” pungkasnya

Arman juga senada dengan pernyataan politisi senior Partai Golkar Yorris Raweyai yang mengatakan bahwa tidak ada tradisi Ketua Umum menjabat dua priode kepengurusan di partai Golkar.

“Karena memang semenjak era reformasi Golkar memiliki semacam kesadaran kolektif untuk selalu memberikan kesempatan kepada para kader terbaiknya yang di nilai mampu membawa Golkar ke arah yang lebih baik” papar Arman.

Arman juga menambahkan bahwa proses pergantian pucuk pimpinan partai adalah hal yang sehat untuk Partai Golkar selama hal tersebut mengikuti aturan yang ada.

“jangan alergi lah bicara rotasi kepemimpinan, karena disitu akan ada kontrol, check and balance terhadap setiap kinerja kepengurusan dan pastinya jauh dari kesan monopoli kekuasaan” imbuhnya.

“Disini gak mungkin (memimpin dua priode), kalaupun dipaksakan tentu kerusakannya jauh lebih besar karena kita punya sejarah itu.”

Terkait pernyataan Airlangga kembali mencalonkan diri kembali pada munas mendatang Arman berkelakar, “ Pak Airlangga jangan mimpi basah lah, karena kita semua tau dalam dialektika demokrasi yang sangat terbuka di tubuh partai Golkar ini, keinginan itu seperti kurang rasional apalagi ditengah kegagalan hasil pileg kemarin” tutupnya. [wartalika]

fokus berita : #Arman Amir


Kategori Berita Golkar Lainnya