26 Juni 2019

Berita Golkar - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kinerja Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pertamina saat ini lesu akibat mantan petinggi kedua perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut terjerat kasus pidana korupsi. Keduanya yakni mantan Direktur Utama PLN Sofyan Basir dan mantan Direktur Utama Pertamina (Persero) Karen Agustiawan.

JK telah memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan wakilnya, Arcandra Tahar untuk membahas persoalan tersebut.

Baca Juga: Jusuf Kalla Tegaskan Dalam Politik Tak Ada Lawan dan Kawan Abadi

"Kami ingin tingkatkan investasi di bidang energi dan bagaimana industri listrik juga tetap jalan. Karena akibat Sofyan Basir ditahan itu terjadi kelesuan di PLN, juga di Pertamina, ada Karen kan, maka mereka sangat hati-hati," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (25/6).

Permasalahan yang menjerat Sofyan maupun Karen itu, kata JK, membuat pejabat di perusahaan pelat merah itu tak berani mengambil kebijakan.

"Jadi saya panggil pak menteri untuk meningkatkan spirit PLN dan Pertamina," katanya.

Sofyan diketahui menjadi tersangka proyek PLTU Mulut Tambang Riau-1. Ia diduga menjadi fasilitator bagi mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni M Saragih, pengusaha Blackgold Natural Johannes B Kotjo, dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham untuk memuluskan proyek tersebut.

Baca Juga: Capek Munaslub, Jusuf Kalla Ingin Golkar Munas Normal Saja Di Desember

Sementara Karen terjerat kasus korupsi investasi perusahaan di blok Baster Manta Gummy (BMG) Australia. Ia telah divonis delapan tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Atas vonis itu, Karen mengajukan banding. [cnnindonesia]

fokus berita : #Jusuf Kalla


Kategori Berita Golkar Lainnya