30 Juni 2019

Berita Golkar - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh, TM Nurlif bersyukur atas perolehan kursi Partai Golkar di DPRA. Hal itu menurutnya mengindikasikan masih besarnya kepercayaan masyarakat terhadap Partai Golkar.

“Kader-kader yang kita calonkan sudah pasti kader-kader yang terbaik dari Partai Golkar, baik di tingkat DPR RI, DPRA, dan DPRK. Tentu kami sangat bersyukur karena kader-kader dari hasil seleksi internal Partai Golkar ini mendapatkan amanah dari rakyat. Alhamdulillah kita masih bisa tetap berada pada posisi 9 kursi tingkat DPRA, 2 kursi DPR RI, dengan perolehan suara yang meningkat, dan d itingkat DPRK kita juga mengalami penambahan kursi,” ungkap TM Nurlif dikutip dari aceHTrend melalui telepon seluler, Minggu (30/6/2019).

Nurlif bersyukur karena hingga kini semua kader Partai Golkar masih menjaga komunikasi dengan baik. Baik itu di jenjang organisasi, maupun di tingkat DPD I, DPD II, tingkat Kecamatan, dan desa.

Sementara terkait pimpinan DPRA dan DPRK, Nurlif mengatakan bila pihaknya akan membicarakan hal itu sesuai dengan mekanisme partai yang direncanakan pada akhir Juli 2019.

“Nanti itu kita akan melakukan perbincangan untuk menominasikan sekaligus melihat perkembangan untuk menjadi pimpinan, baik tingkat DPRA maupun DPRK. Saya rasa kami tidak ada kesulitanlah dalam menentukan siapa yang menjadi pimpinan DPRA dan DPRK, karena kader-kader ini adalah kader-kader yang betul lahir dari hasil seleksi dan memiliki loyalitas terhadap Partai Golkar,” ujarnya.

Dikutip dari aceHTrend, terkait pimpinan DPRA berdasarkan suara terbanyak, Nurlif menyebutkan hal itu hanya salah satu faktor dari banyak faktor lainnya. Sebab, katanya, masih banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan oleh Partai Golkar. Di antaranya, tambah Nurlif, kader-kader Golkar yang terpilih tersebut harus memahami tentang ke-Golkar-an, visi, misi, pokok-pokok kerja Partai Golkar, serta paham mengenai tugas-tugas dan fungsi legislatif.

“Kemudian yang bersangkutan juga harus memiliki komitmen yang kuat untuk memperjuangkan dan mengetahui keinginan masyarakat melalui fraksi atau Partai Golkar. Kemudian tingkat keaktifan selama ini di Partai Golkar juga menjadi bahan pertimbangan, yang terpenting lagi memahami apa yang menjadi rencana pembangunan jangka panjang dan jangka menengah Aceh,” jelas Nurlif.

Politisi senior itu menambahkan, untuk faktor dan kiteria selanjutnya, calon pimpinan DPRA dan DPRK dari Partai Golkar juga harus memahami apa yang menjadi isi Undang-Undang Pemerintah Aceh, undang-undang yang berkaitan dengan Aceh, termasuk peraturan-peraturan yang ada di daerah, baik qanun maupun kebijakan lainnya yang semua itu bermuara pada percepatan pembangunan dan kemajuan masyarakat Aceh sesuai dengan kultur dan pertimbangan kearifan lokal yang ada di Aceh.

“Militansi dan komitmen kepada masyarakat Aceh dan partai juga menjadi faktor. Selain itu, kemampuan dalam berkomunikasi dengan segala strata masyarakat di Aceh juga harus punya. Apalagi sekarang ini kan zamannya milenial dan teknologi, kita kan tidak mungkin mengabaikan perkembangan tersebut, baik itu menyangkut bonus demografi maupun perkembangan digital dan lain sebagainya. Artinya, kemampuan komunikasi, komitmen, dan kaya pengalaman harus dimiliki oleh pimpinan DPRA dari Partai Golkar itu sendiri,” pungkas Nurlif.

Adapun anggota DPRA terpilih dari Partai Golkar, yaitu (1) Ansari Muhammad (9.186) – Dapil I, Banda Aceh , Aceh Besar, Sabang; (2) Hj Nurlelawati (6.411) – Dapil 2,Pidie-Pidie Jaya; (3) Ilham Akbar (14.009) – Dapil 3, Bireuen; (4) Hendra Budian (6.722) – Dapil 4, Aceh Tengah -Bener Meriah; (5) Nuraini Mayda (7.456) – Dapil 5, Aceh Utara Lhoksmawe; (6) Muhammad Rizky (8.040) – Dapil 6, Aceh Timur; (7) Ali Basrah (25.314) – Dapil 8, Aceh Tenggara- Gayo Lues; (8) Hj Sartina NA (14.204) – Dapil 9, Abdya, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil; dan (9) Teuku Raja Keumangan (8.382) – Dapil 10, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya , Simeulue. [acehtrend]

 

fokus berita : #TM Nurlif


Kategori Berita Golkar Lainnya