02 Juli 2019

Berita Golkar - Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Viktus Murin mengatakan, munculnya banyak calon ketua umum (Caketum) di panggung kontestasi demokrasi musyawarah nasional (Munas) atau muasyawarah nasional luar biasa (Munaslub) merupakan fakta demokrasi yang sangat lumrah bagi Partai Golkar. Hal ini disampaikan Viktus kepada Golkarpedia.com, Senin malam (1/7/2019).

Menurut Viktus, Golkar bukanlah partai  politikbertendensi dinasti yang hanya memosisikan figur tunggal sebagai "primus interpares" atau tokoh utama diantara banyak tokoh. Sekretaris Badan Kajian Strategis dan Intelijen (Bakastratel) DPP Partai Golkar ini menunjuk kompetisi 8 Caketum di Munaslub Bali 2016, yang memunculkan Setya Novanto sebagai Ketua Umum. Saat itu Novanto keluar sebagai pemenang, setelah bersaing sengit di saat-saat akhir dengan Ade Komarudin.

Baca juga: Perolehan Kursi Turun, Viktus Murin Minta DPP Golkar Lakukan Otokritik Kolektif

Merujuk pada realitas politik di Munaslub 2016, mantan Sekjen Presidium GMNI ini menegaskan bahwa Partai Golkar memang pantas menjadi referensi praktek berdemokrasi di kancah perpolitikan negeri ini.

"Keberadaan Caketum lebih dari satu orang membuktikan bahwa Partai Golkar telah mampu memanifestasikan budaya demokrasi. Partai Golkar mempraktekkan demokrasi dengan nyata dan sungguh-sungguh, bukan cuma sekedar jadi bumbu penyedap demokrasi di ranah wacana," papar satu dari 21 Tokoh Kristiani 2018 pilihan Majalah Narwastu ini.

Baca juga: Pengamat Nilai Jokowi Kurang Puas Pada Kinerja Airlangga Hartarto Pimpin Partai Golkar

Terhadap dinamika jelang Munas Partai Golkar, yang hari-hari ini telah memunculkan dua nama Caketum yakni petahana Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo, mantan jurnalis yang selama 9 tahun pernah mengabdi sebagai Tenaga Ahli Menpora ini mengatakan, lebih bijak bila jumlah Caketum lebih dari dua orang agar tidak muncul suasana psikopolitik yang seolah 'membelah' Golkar.

Viktus mengajak stakeholders Partai Golkar bersikap bijak melihat realitas Pilpres 2019 yang baru saja berakhir. "Resiko persaingan politik head to head antar dua tokoh Capres, telah membelah para pendukung yang sejatinya rakyat dari satu bangsa dan negara. Partai Golkar pasti mampu mengambil hikmah dari momentum Pilpres 2019," pungkas Viktus. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Viktus Murin #Bambang Soesatyo #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya