01 Juli 2019

Berita Golkar - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan belum mendapat informasi terkait Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar Rahman Pina, diperiksa penyidik, Senin (1/7/2019) siang.

Informasi diperoleh Tribun, Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Makassar itu diperiksa penyidik Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Sulsel bersama caleg Golkar Sulsel di Pileg 2019, Nasruddin Upel sekitar pukul 11.00-12.00 wita.

Selain kedua politisi Partai Golkar itu, adik kandung anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Golkar Hamka B Kady, Lukman B Kady juga diperiksa penyidik sama di Kantor Bawaslu Sulsel, Jl AP Pettarani, Makassar.

"Saya belum tahu karena itu sudah menjadi kewenangan penyidik," kata Komisioner Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, Senin (1/7/2019).

"Betul, tadi siang dimintai klasifikasi terkait perolehan suara," ujar Rahman Pina kepada Tribun terkait pemeriksaan dirinya bersama Upel dan Lukman, Senin (1/7/2019) malam.

RP akronim nama mantan Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPRD Kota Makassar itu tidak membantah jika dirinya bersama Upel dan Lukman diperiksa.

Hal itu terkait atas adanya perubahan perolehan suaranya selama rekapitulasi suara oleh KPU Sulsel di Pemilu serentak 2019.

Diketahui, proses pencoblosan ulang hingga pemeriksaan perolehan suara caleg Partai Golkar Sulsel di Daerah Pemilihan (Dapil) II Sulsel telah dilakukan KPU Sulsel. Akibatnya, data C1 dan DAA1 ikut berubah.

"Iyya, karena ada terjadi perubahan selama proses rekapitulasi. Kemarinkan itu ada TPS yang melakukan pencoblos ulang sehingga data C1 berbeda dengan DAA1," jelas RP. [tribunnews]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya