03 Juli 2019

Berita Golkar - Kembali menjelaskan soal Golkar dan Bamsoet dalam membangun masa depan, ibarat meminjam istilah Samuel P Hantington yang pernah meramalkan soal benturan antar peradaban dunia yakni hancurnya komunis dan bangkitnya kapitalis berhadap-hadapan dengan lahirnya peradaban timur diantaranya adalah Islam.

Namun istilah Hantington bukan berarti menjadi pijakan kajian terkait dengan Golkar dan Bamsoet serta tokoh kompetitor masa depan lainya, akan tetapi penulis lebih menerjemahkan Hantington dalam perspektif membangun masa depan atau membangun peradaban bangsa Indonesia.

Baca juga: Masa Depan Golkar, Antara Politik Kekuasaan dan Dimensi Ideologi

Benturan peradaban dunia sangat berarti membangun peradaban bangsa, karena bangsa Indonesia di apit oleh tiga benua (Asia Pasifik, Amerika dan Australia) yang terbangun dalam mainset peradaban dunia. Sehingga Indonesia tentu menjadi bagian dari pengaruh dunia yang tak henti-hentinya, alhasil masa depanpun harus lebih memiliki karakter indentitas yang lebih terarah dan ideology bangsa yang kuat serta matang untuk membangun masa depan Indonesia.

Golkar dan Bamsoet atau sering di ucap Bambang Soesatyo juga memiliki masa depan, dimana Golkar sebagai salah satu wadah berkumpul para pegiat politik dan bagian dari pengambil keputusan di negeri ini.

Walaupun penulis juga tidak mengucilkan bagian-bagian lain yang juga memiliki ide serta gagasan yang sama untuk masa depan, masa depan bangsa dan masa depan partai politik yang turut serta dalam membangun Indonesia.

Baca juga: Mahyudin Lebih Dukung Bambang Soesatyo Untuk Pimpin Golkar Ke Depan

Golkar adalah partai masa depan, Bamsoet juga figure masa depan, dan kita semua generasi anak bangsa juga bagian dari generasi masa depan, kurang lebih 25 tahun Indonesia menjadi bangsa yang hebat dari segala sector kehidupan dan lahirlah generasi emas di tahun 2045.

Tesis seperti ini, apakah kita hanya menjawab dengan anti tesis yang tak berdalil atau kita hanya menjadi bagian dari sejarah yang tak memiliki generasi masa depan.

Generasi masa depan merupakan satu generasi yang siap menghadapi serta menjawab tantangan globalisaasi, menyiapkan diri sebagai generasi cerdas, generasi yang kompentensi, generasi yang jenius dan generasi yang ahli dalam setiap kelangkaan hidupnya.

Baca juga: Bambang Soesatyo Bakal Pimpin Golkar Dengan Musyawarah Mufakat dan Zero Plt

Generasi tersebut penulis maksud agar di jaga, dipelihara dan di museumkan sebagai dasar dan sumber bernegara, sehingga generasi masa depan adalah generasi yang memiliki masa depan yang lebih unggul.

Bamsoet adalah sosok yang penulis sempat membaca dan mendengar gagasan besar yang ditulis dalam bukunya, serta gaya seorang mantan aktivis juga professional yang kini tak berhenti mengabdikan dirinya di Partai Golkar dan Negara Republik Indonesia. Golkar dan Bamsoet menjadi sinergitas, menjadi impian, menjadi bagian dari menentukan masa depan Indonesia.

Disinilah Bamsoet mulai teruji dari setiap arus gelombang yang di laluinya, mulai dari seorang aktivis, professional, pegiat politik di partai golkar hingga menjadi seorang Ketua DPR RI. Bukan hal yang semuda untuk kita gampangkan seorang Bamsoet dalam meperjuangkan diri, keluarga, bangsa dan rakyat Indonesia.

Melihat gagasan besar yang di lontarkan oleh Bamsoet di silaturrahmi para pemuda masa depan atau istilah lain yang muncul di “halal bihalal” membuat penulis langsung melahirkan tulisan ini, penulis menyadari bahwa tulisan ini akan di terjemahkan dalam persepktif subjektif, akan tetapi penulis lebih meperlihatkan objektifitas soal keilmihaan seorang Bamsoet, Golkar dan Indonesia merebut masa depan.

Spirit kepemudaan Bamsoet dan terus melahirkan gagasan membangun kaum muda sebagai anak milenial untuk memiliki semangat masa depan tercaver dalam pikiran penulis, seandainya Bamsoet sempat menorehkan pikiran tersebut dalam setiap lembar kertas, maka tidak ada ujungnya tinta tersebut mejelaskan satu persatu bait per bait tersebut.

Berbicara soal kepentingan Bamsoet dan Golkar itu tak begitu menarik, karena Golkar kapanpun tetap menjadi partai politik yang terus meneruskan kepentingan-kepentingan apapun namanya.

Golkar dan Bamsoet tetap menjadi satu etape baru dalam membetuk nilai perjuangan merebut masa depan bangsa Indonesia, politik ide dan politik gagasan harus terus di kembangkan, karena ide dan gagasan sangat berkonstribusi terhadap Indonesia di masa akan datang, Indonesia yang kuat, Indonesia yang adil, sejahtera dan memiliki kedaulatan bangsa yang di cita-citakan para fanding fother kita. (part 1; tulisan bersambung).

Jalan Jaksa, Menteng, 1 Juli 2019
Muliansyah Abdurrahman, Peneliti Institut Politik Indonesia (IPI) dan Penulis Buku Hegemoni Politik Partai Golkar

fokus berita : #Muliansyah Abdurrahman #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya