03 Juli 2019

Berita Golkar - DPRD Kota Bogor meminta Pemkot Bogor agar konsep pembangunan Taman Topi yang akan dijadikan kawasan alun-alun harus di rancang dengan detail.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono, revitalisasi kawasan Taman Topi menjadi alun-alun kota harus bisa meningkatkan fungsi kegunaan atau utilitasnya.

Baca Juga: Heri Cahyono Tekankan Kekuatan Golkar Terletak Pada Branded-nya

“Konsepnya harus detail tidak bisa hanya alin-alun saja nanti parkirnya dimana. Makanya harus disiapkan semua,” kata Heri Cahyono kepada Beritautama.net, saat ditemui usai menghadiri acara peresmian kantor PWI Kota Bogor, Rabu (3/7).

Dia mengatakan, pihak dewan tidak mempermasalahkan perihal Taman Topi yang akan di optimalkan keberadaannya menjadi alun-alun kota.

Hanya saja, perlu juga di pikirkan sistem pembangunannya supaya terintegrasi dan di dukung dengan sistem perparkiran dan saluran air yang baik.

Lanjut, politisi partai Golkar ini menyatakan, taman topi saat ini cukup strategis lantaran keberadaannya berada di jantung Kota Bogor dekat dengan kawasan vital, misalnya perkeretapian.

Keberadaannya memang harus di optimalkan agar dapat mendukung program-program Pemkot, misalnya program penataan PKL dan kemacetan.

Makanya, keberadaan Taman Topi memang harus sudah selayaknya ditingkatkan fungsinya. Dengan ruang yang ada harus di optimalkna agar bisa menampung banyak kepentingan.

“Tentu harus di tata dengan baik sehingga tidak membuat crowded,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan tahun depan taman topi akan di rancang ulang menjadi kawasan alun-alun kota. Pembangunannya didukung oleh sokongan dana hibah dari Pemprov Jabar senilai Rp 18 miliar.

Baca Juga: Aksi GTP Ke-203 di Panti Anak, Heri Cahyono Pilih Tanam Pohon Dengan Buah Bernutrisi

Rancang bangunan alun-alun kota itu, nantinya akan terintegrasi dengan Masjid Agung Kota Bogor selayaknya di Bandung. Juga terintegrasi dengan PT KAI. [beritautama]

fokus berita : #Heri Cahyono


Kategori Berita Golkar Lainnya