06 Juli 2019

Berita Golkar - IDN Times menggelar Indonesia Millennial Summit 2019. Acara dengan tema "Shaping Indonesia's Future" ini dilangsungkan pada 19 Januari 2019 di Grand Ballroom Hotel Kempinski Jakarta.

IMS 2019 menghadirkan lebih dari 50 pembicara kompeten di berbagai bidang, dari politik, ekonomi, bisnis, olahraga, budaya, lintas agama, sosial, lingkungan sampai kepemimpinan millennial. Ajang millennial terbesar di Tanah Air ini akan dihadiri oleh 1500-an pemimpin millennial.

Baca Juga: Golkar Ajukan Dito Ariotedjo Jadi Calon Menteri Jokowi Dari Golkar

Salah satu millennial yang menjadi pembicara di IMS 2019 adalah Dito Ariotedjo. Pria kelahiran 25 September 1990 itu juga menjadi salah satu narasumber IDN Times untuk riset yang diterbitkan dalam Indonesia Millennial Report, yang diluncurkan di acara IMS 2019.

Di usia muda, Dito sudah dipercaya untuk menduduki jabatan penting di dunia politik, salah satunya Ketua DPP Golkar. Selain itu, Dito juga menjabat sebagai Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sejak berusia 26 tahun.

Apalagi yah, fakta menarik tentang anak muda berprestasi ini:

1. Pintar me-manage waktu
Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha dan politisi, Dito selalu mempunyai cara agar semua kegiatan berjalan teratur sesuai dengan jadwal. Caranya, Dito menggunakan teknik skala prioritas.

"Mengelolanya pasti dengan skala prioritas. Tapi memang dengan status dan tanggung jawab saya yang sekarang ini pasti butuh pengorbanan, gak bisa seperti selayaknya anak muda pada umumnya," ujarnya kepada IDN Times, beberapa waktu lalu.

2. Dito terjun ke dunia politik bermula dari demo menentang pembangunan Gedung DPR
Dalam wawancara IDN Times, Dito juga menceritakan awal mula mengapa kemudian dia memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Berawal ketika di bangku kuliah, di Universitas Indonesia (UI).

Dito yang mengaku senang memiliki teman banyak, kemudian masuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI dan masuk organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Sewaktu mahasiswa UI memutuskan untuk menggelar aksi untuk menggagalkan pembangunan gedung baru DPR, Dito ditunjuk menjadi bendahara. Selama proses di BEM itu, Dito mengaku bahwa mahasiswa sebetulnya mirip seperti anak SMA yang melihat tawuran itu buat syahwat, bukan untuk menyelesaikan atau mencari solusi untuk masalahnya. "Yang saya lihat, ini bukan untuk mengubah, tapi lebih kaya budaya mahsiswa buat teriak-teriak," kata Dito.

Karena penasaran sejauh mana mahasiswa bisa membawa perubahan, Dito kemudian membuat gebrakan saat menjabat sebagai Ketua Kajian Strategis BEM UI. "Ya udah, setiap ada demo, akhirnya saya pertemukan langsung sama yang didemo. Kayak DPR atau menteri atau siapa. Dari situ saya baru lebih yakin, untuk mengubah sesuatu itu, lebih baik dalam sistem dari pada teriak di luar," jelasnya.

Selain itu, dia sudah masuk AMPI sejak tahun 2010. "Baru setelah itu Golkar (tahun) 2016. Ketika masuk AMPI, tidak wajib ber-Golkar," imbuhnya.

Menurut dia, AMPI memang sengaja dibuat sebagai pintu dan akses bagi pelajar untuk belajar politik dan partai politik--khususnya Golkar. Di dalam AMPI, Dito mengaku belajar banyak hal, termasuk menjadi bagian dari panitia acara.

"Waktu itu, saya (masuk AMPI) diajak senior UI. Keluarga sih gak ada (yang aktif di) partai. Dulu modal nekat saja," imbuh Dito.

3. Dito mengaku tidak pernah berambisi mendapatkan jabatan, sejak pertama kali masuk dunia politik
Setelah masuk dunia politik, sekitar tahun 2010, Dito mengaku lebih suka menjadi anggota biasa dan menjadi pengurus pleno saja. "Dari pertama saya masuk dunia politik, saya gak pernah punya ambisi untuk jabatan sih," imbuhnya.

Dito hanya ingin menunjukkan bahwa dia profesional dan fokus bekerja. "Mungkin saya dianggap bisa diandalkan, jadi kariernya ada aja, jalan aja," kata dia.

Tantangan yang paling menjadi pelajaran Dito saat menjadi Ketua Umum AMPI. "Ada masalah budget, anggaran, biaya. Kita kan organisasi yang gak punya anggaran yang pasti
dan tidak dibayarin oleh pemerintah. Mandiri, ibaratnya," kata dia.

Pemasukan kadang datang dari senior. Namun, Dito ingin agar AMPI tetap memiliki "efek kejut yang luas" dengan budget yang bisa dibilang nol.

4. Aktif di media sosial
Tidak hanya itu, ia juga mengaku gemar bermain sosial media pria yang mempunyai pengikut di Instagram mencapai ribuan ini memiliki 285 postingan tentang aktifvtas sehari-harinya.

"Lumayan aktif. Di Instagram sama Facebook palingan. Urutan pertama Instagram, kedua Facebook, ketiga Twitter. Tapi, Twitter saya gak aktif ngetweet, paling lihat-lihat doang. Saya paling aktif sih di Instagram yah untuk sehari-hari, sama Facebook," paparnya.

5. Definisi "sukses" bagi seorang Dito Ariotedjo
Salah satu fakta yang diungkap Dito adalah betapa orang-orang di sekitarnya kaget saat dia memutuskan untuk tidak maju menjadi calon legislatif di Pemilihan Umum 2019. Padahal, dia menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar.

Dito mengaku ada alasan di balik keputusan itu, yakni masih ingin menggali pengalaman dan menajamkan kemampuan di bidang politik lebih dulu.

"Dengan umur yang segini, udah dapat banyak jabatan. Tapi, saya ingin fokus dulu sebagai Ketua AMPI. Menurut saya, sukses tuh kalau AMPI-nya benaran bisa jadi modern kembali dan bermanfaat," kata dia.

Kedua, Dito juga ingin fokus mengembangkan divisi yang dipercayakan kepadanya di DPP Golkar, yakni bidang inovasi sosial dan ormas. "Divisi baru ini. Gunanya buat mempertajam Golkar agar lebih modern dan lebih youth friendly. Sasaran emang untuk anak-anak muda," tutur Dito.

Dengan berbagai tanggung jawab itu, Dito merasa saat ini belum berkontribusi banyak. "Jadi saya pingin fokus pada apa yang saya udah dapat sekarang ini," jelasnya.

Baca Juga: HUT Ke-41, AMPI Luncurkan Program Inovasi Sosial Anak Muda

IDN Times juga meluncurkan Indonesia Millennial Report 2019. Survei ini dikerjakan bersama oleh IDN Research Institute bekerjasama dengan Alvara Research Center.

Melalui survei yang melibatkan 1400-an responden di 12 kota ini, IDN Times menggali aspirasi dan DNA millennial Indonesia. Simak hasilnya di IMS 2019, dan ikuti perkembangannya di situs kami ya. [idntimes]

fokus berita : #Dito Ariotedjo


Kategori Berita Golkar Lainnya