08 Juli 2019

Berita Golkar - Ketua DPP Partai Golkar, Andi Sinulingga menyesalkan adanya tudingan bahwa gelar Magister Bisnis Administrasi (MBA) Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) berasal dari universitas illegal.

Ia menilai tudingan tersebut sangatlah tidak santun dan merupakan upaya untuk menyerang pribadi Bamsoet. Hal tersebut justru tidak bagus bagi perpolitikan nasional.

Baca Juga: Pernyataannya Picu Ketegangan Internal, Rizal Mallarangeng Diminta Lebih Bijak dan Santun

"Bukan hanya Bamsoet. Enggak boleh personal, itu tendensius," ujarnya di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Minggu (7/7/019).

Andi menyesalkan serangan yang ditujukan kepada pribadi Wakil Ketua Bidang Pratama DPP Partai Golkar itu. Apalagi, kata dia, orang yang menyebutkan gelar Bamsoet illegal adalah Rizal Mallarangeng yang cukup berpendidikan.

"Urusannya apa ijazah dan calon ketua umum. Yang enggak punya ijazah pernah jadi ketua umum, apalagi sekedar ijazah MBA. Itu yang dinamakan personal attack atau pembunuhan karakter dan yang menyerang itu orang yang berpendidikan. Namanya saya sebut Rizal Mallarangeng," jelasnya.

Oleh karenanya, ia meminta Rizal Mallarangeng tidak memberikan contoh politik yang tidak baik kepada masyarakat. Apabila ingin berbicara masalah kasus, kata dia, Rizal sendiri memiliki kasus di Bogor Jawa Barat terkait kepemilikan lahan tanah ilegal.

"Kamu mau bicara kasus, Rizal juga punya kasus, kalau kita bicara kasus-kasus orang kan nggak enak coba periksa itu. Ilegal juga tanahanya di Gunung Salak sana, dibongkar kan sama pemerintah bangun villa ilegal di tanah negara dibongkar," jelasnya.

Oleh karenanya, ia mengatakan, menyerang pribadi untuk menjatuhkan seseorang tidak baik dalam politik. Yang harus dilihat adalah dukungan dan juga gagasannya.

Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menegaskan ijazah Bamsoet sah secara hukum yang berlaku di Indonesia.

"Ijazah Bamsoet secara hukum sah," kata Nasir.

Nasir meminta kepada semua pihak mempolitisasi Undang-undang (UU) Pendidikan No. 20 tahun 2003 yang dikuatkan UU No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi untuk kepentingan politik tertentu. Ditegaskan bahwa UU No. 12 tahun 2003 tentang pendidikan tinggi tidak berlaku surut.

Baca Juga: Golkar Minta Jatah Menteri Sebanyak-banyaknya Dari Jokowi

"Jadi mereka yang lulus sebelum undang-undang ini diberlakukan, ijazahnya tetap sah. Termasuk Bamsoet. Jadi, jika kampusnya sudah ditutup kemudian ada yang meragukan ijazah yang sudah dikeluarkan, saya tegaskan itu tidak benar. Jika ijazah itu keluar sebelum UU itu diberlakukan maka, kelulusannya tetap sah. Karena UU itu tidak berlaku surut," tegasnya. akurat]

fokus berita : #Andi Sinulingga


Kategori Berita Golkar Lainnya